‘Tarik’ Kembali Santri, Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Terapkan Protokol Ketat – Aspiratif News

Views: 19
Read Time:1 Minute, 57 Second

‘Tarik’ Kembali Santri, Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Terapkan Protokol Ketat – Aspiratif News

Jombang, Aspiratif News

Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur telah menentukan jadwal pengembalian santrinya di tengah pandemi Covid-19. Terhitung awal Juli ini tahap ke-1 sudah dikerjakan dengan kesanggupan terbatas, cuma untuk para pengurus pondok.


Selanjutnya pada tanggal 11 Juli yang akan Hadir disusul santri gelombang ke-1, kemudian gelombang ke-2 sampai gelombang terakhir. Semua gelombang itu Diplaningkan rampung bulan ini atau selambat-lambatnya bulan depan.


Ketua Satgas Covid-19 Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Abdurrosyid menerangkan, pesantren cukup ketat menerapkan protokol kesehatan pada fase pengembalian santri. Hal ini semata untuk menjaga keamanan dan sterilisasi santri dari sebaran virus Corona, sehingga pada waktu proses pembelajaran santri diawali, situasi dan kondisi dapat berjalan sebagaimana yang diinginkan.


“Misalnya, santri sebelum kembali ke pondok mesti isolasi dulu 14 hari di rumah dan dibuktikan surat Penjelasan dari orang tua bahwa sudah diisolasi,” katanya menerangkan di antara poin protokol kesehatan Pesantren Mambaul Ma’arif.

READ  Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 199, Peribadi yang Pemaaf - Warta Batavia


Tidak cuma itu, kewajiban santri juga memastikan bahwa kesehatannya prima. Dan yang bersangkutan dinyatakan bersih dari Covid-19 dengan cara melakukan rapid test ke RS, kemudian surat keterangannya dibawa ke pondok.


“Sebelum berangkat juga mesti minta Penjelasan sehat hasil rapid test dari RS atau Puskesmas,” imbuh Gus Rosyid di sapaan akrabnya.


Di samping itu, masing-masing santri tidak diperkenankan mempergunakan kendaraan umum di waktu hendak kembali ke pondok. Semua santri mesti diantar orang tuanya dengan mempergunakan kendaraan spesial atau kendaraan pribadinya. alasannya, kendaraan umum menurutnya kemungkinan kemungkinan tertular Covid-19 lebih tinggi dibandingkan kendaraan pribadi.


“Waktu ke pondok diantar orang tua oleh kendaraan pribadi. Dan sampai pondok orang tua tidak diperkenankan turun dari kendaraan, jadi cuma santri saja yang diperbolehkan turun dari kendaraan,” katanya.


Sesampainya di pondok, pria yang juga Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang ini mengungkapkan, pengurus pondok akan mengecek kembali kesehatan santri. Termasuk Barang-barang bawaannya akan dipilah dan disterilkan terlebih dahulu oleh pengurus pondok dengan mempergunakan cairan disinfektan dan sejenisnya.

READ  Gus Dur Jual Mobil, Uangnya Diberikan Semua Pada Tamu - Warta Batavia


“Sampai pondok, santri mesti cuci tangan. Barang-barang santri akan diambilkan Satgas Covid-19 dari mobil untuk dicek dulu, termasuk juga dicek kesehatan santri,” pungkasnya.


Pewarta: Syamsul Arifin

Editor:Muhammad Faizin

‘Tarik’ Kembali Santri, Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Terapkan Protokol Ketat – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *