Tatkala Najwa Shihab Mulai Kebanjiran Hujatan – Aspiratif News

Views: 16
Read Time:3 Minute, 3 Second

Tatkala Najwa Shihab Mulai Kebanjiran Hujatan – Aspiratif News

    foto Najwa Shihab. Sumber foto: idntimes.com

Aspiratif News—Akhir-akhir ini, 2 acara yang dipandu oleh Najwa Shihab mulai menerima banyak cercaan dari publik. Cercaan itu banyak sekali kita lihat dalam bermacam komentar netizen baik untuk program Mata Najwa maupun Narasi.id. Mereka menuding Najwa Shihab dengan tudingan yang bukan-bukan, seperti Najwa cuma mencari sensasi untuk kepentingan rating semata.

Sungguh, dalam tiap-tiap program yang ditayangkan untuk publik selalu saja ada pro dan kontra, tidak terkecuali program-program Najwa Shihab. Apalagi Najwa juga dikenal sebagai jurnalis yang amat kritis untuk bermacam hal yang terjadi di negeri ini, terlebih pada Perkara penyiraman air keras terhadan Novel Baswedan (NB).

Penelusuran Najwa dan konsistensinya dalam menyelidiki Perkara ini dapat dibilang nomor 1 dan tidak dapat disaingi oleh media manapaun. Tetapi para penghujat Najwa kali ini sudah tidak biasa lagi. Nyaris kebanyakan komentator acara-acaranya seputar Perkara NB mengkritik keras siaran itu, atau paling tidak, memperlihatkan ekspresi ketidaksukaan. Pertanda apa ini? Apakah Najwa telah kehilangan kepercayaan dari pemirsanya atau sungguh Perkara ini keterlaluan berbahaya untuk dibicarakan, sehingga siapa pun yang punya nyali menyuarakannya akan terlibat problem, seperti yang terjadi pada komedian Bintang Emon waktu itu?

READ  LAZISNU Prioritaskan Daging Kurban untuk Fakir Miskin di Pelosok Desa - Aspiratif News

Membongkar Identitas Para Penghujat Najwa Shihab

Tatkala Najwa Shihab punya nyali angkat suara soal Perkara NB, itu artinya dia wajib berhadapan dengan pelaku penyiraman air keras untuk NB. Pelaku yang penulis maksud di sini, bukanlah 2 orang polisi yang telah ditetapkan sebagai terdakwa oleh aparat kepolisian, tapi orang besar (dapat jadi jenderal) yang dicurigai oleh NB sebagai dalang dibalik kejadian.

Orang besar ini sudah jelas mempunyai para “pembunuh bayaran” yang siap menghabisi karakter siapa pun yang punya nyali menyuarakan Perkara ini. Tentu saja, tindakan mematikan karakter ini terjadi di medsos, sebab ini lah tindakan yang paling mudah dikerjakan dengan resiko kecil tapi berdampak besar. Para “pembunuh” yang dulunya menyerbu komedian Emon, mulai beralih menyerbu Najwa. Mereka ingin menghancur-leburkan kredibilitas Najwa dihadapan para pemirsanya dan membangun Citra seakan-akan Najwa tidak seideal yang dibayangkan. Faktanya mereka berhasil menghasut para pemirsa program Mata Najwa dan Narasi.id, sampai sebagian besar ikut menghujat Najwa.

Najwa Shihab sepertinya amat sadar dengan perilaku para penghujatnya. Tentu saja ia sadar dengan perilaku para buzzer yang siap menjatuhkan integritasnya dihadapan publik. Karena itu, Najwa tetap teguh pada pendirian untuk terus menguliti Perkara NB sampai ke akar-akarnya dan memberitakannya ke publik.

READ  Sejarah Berhala di Kisaran Ka'bah dan Kehancurannya di Bulan Ramadhan - Aspiratif News

Andai di Indonesia Ada 10 Najwa Shihab

Keuletan Najwa menyelidiki isu penyiraman NB meski wajib menanggung resiko besar membuktikan betapa kuatnya prinsip yang diyakininya. Orang-orang seperti Najwa Shihab itu tidak akan peduli dengan ancaman yang berbahaya, asal keadilan tetap dapat berdiri tegak.

Sedikit orang seperti Najwa dewasa ini. Ia ialah sosok jurnalis yang dapat diandalkan, di waktu bangsa ini dipenuhi oleh para jurnalis dan media palsu yang bergerak untuk kepentingan politisi dan Pebisnis busuk.

Kehadiran Najwa Shihab, dengan 2 program andalannya (Mata Najwa dan Narasi.id) paling tidak dapat jadi pelita bagi masa depan bangsa Indonesia sekaligus ancaman bagi para koruptor dan orang-orang jahat yang berusaha merenggut aset-aset bangsa untuk kepentingan pribadi. Kita dapat bayangkan jika ada 10 jurnalis yang mempunyai integritas sekuat Najwa, mungkin ketidakadilan hukum yang menimpa NB tidak akan pernah terjadi, sebab suara-suara keadilan akan lebih cepat didengar oleh rakyat Indonesia yang jumlahnya ratusan juta jiwa. (HA/Aspiratif News)

READ  Hari Buruh, Merawat Antusias Kebersamaan - Aspiratif News


Tatkala Najwa Shihab Mulai Kebanjiran Hujatan – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *