Tegang-dengan-China-Taiwan-Pamer-Rudal-Jelajah-yang-Bisa-Hantam-China.jpg

Tegang dengan China, Taiwan Pamer Rudal Jelajah yang Dapat Hantam China

Diposting pada

Taiwan Pamer Rudal Jelajah ‘10.000 Pedang’, diakui Dapat Hantam China

TAIPEI – Merespon ketengan hadapai China, Angkatan Udara Taiwan nekad memperlihatkan rudal rudal jelajah air-to-surface yang dimilikinya, diklaim sanggup menghantam daratan di China. Misil itu bernama Wan Chien yang artinya “sepuluh ribu pedang”, dan sudah disiapkan di tempat terdekat dari daratan China.

Senjata rudal itu tampak saat Presiden Taiwan Tsai Ing Wen berkunjung Pangkalan Angkatan Udara Makung, di kepulauan Penghu, Selat Taiwan, Pada 22/9/2020 lalu.

Pada perjumpaan yang disiarkan secara luas, Presiden Tsai menyapa beberapa pilot F-CK-1C/D Indigenous Defense Fighter (IDF) dan berterima kasih untuk mereka atas “daya-kerja berani” mereka dalam mencegat puluhan pesawat angkatan bersenjata China yang melintasi garis median selat selama akhir Minggu.

Dalam perjumpaan itulah tayangan dari Formosa TV Taipei memperlihatkan performance senjata di dekat hanggar yang meliputi beberapa rudal jelajah Wan Chien yang dibawa oleh pesawat perang F-CK-1C/D IDF Angkatan Udara.

Menurut sebuah lembaga pemikir yang berbasis di Amerika Serikat (AS), yang dilansir The Drive, Kamis (24/9/2020), Wan Chien ialah rudal jelajah buatan dalam negeri yang mempunyai jangkauan 150 mil. Jangkauan sejauh itu memposisikan daratan China, termasuk kota metropolitan Xiamen, dalam jarak yang amat dekat untuk dihantam.

Baca Juga :  Gereja-gereja Dibakar dalam Demo Besar di Chile

Di samping rudal jelajah yang diperlihatkan ialah rudal anti-kapal AGM-84 Harpoon, yang dipakai jet perang Taiwan untuk melaksanakan patroli dalam beberapa bulan terakhir. Harpoon ialah misil buatan AS dan dijual untuk pemerintah Taiwan melalui hubungan pintu belakang yang dipakai Washington untuk menjaga Taipei tetap independen dariBeijing.

Republik Rakyat China (RRC) masih mengakui Taiwan yang mempunyai nama legal Republik China, meski pulau itu telah memerintah sendiri semenjak 1949 atau bakda perang saudara China.

Di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, sokongan AS untuk Taiwan sudah membengkak, bersamaan dengan meningkatnya permusuhan antara Washington dan Beijing di sejumlah bidang. 2 dari Komitmen senjata terbesar AS dengan Taiwan sudah diteken atau diusulkan dalam 2 tahun terakhir, ialah pembelian pesawat perang F-16V “Viper” hebat senilai USD8 miliar dan penjualan senjata senilai USD7 miliar yang sekarang tengah dibicarakan oleh Kongres Amerika.

Senjata-senjata yang hendak dijual AS untuk Taiwan itu termasuk rudal serang jarak jauh AGM-84H/K SLAM-ER, yang Adalah versi modifikasi dari Harpoon, dan drone pengintai dan perang MQ-8B Reaper.

Baca Juga :  Pengadilan Yaman Vonis Mati Raja Saudi, Putra Mahkota dan Trump

Patroli udara dan laut oleh angkatan bersenjata China di kisaran pulau itu juga meningkat. Selama akhir Minggu, total 37 pesawat Angkatan Udara Prajurit Pembebasan Rakyat (PLA) melintasi garis median di Selat Taiwan, yang oleh Taipei digambarkan selaku batas wilayah
hawanya.

kejadian itu terjadi selama Lawatan pejabat tinggi AS, Keith Krach, yang sudah membikin marah Beijing. seusai insiden tersebut, Kemenhan Nasional Taiwan menjelaskan mempunyai hak untuk “membela diri dan melaksanakan serbuan balik”, walaupun pesawat China tidak menabrak integritas teritorial Taiwan.

Jubir Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin sama sekali Tidak mau keluhan Taipei.”Taiwan ialah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari wilayah China. Apa yang disebut garis tengah Selat tidak ada,” katanya. (qa)

Tegang dengan China, Taiwan Pamer Rudal Jelajah yang Dapat Hantam China – Ummatina

Tegang dengan China, Taiwan Pamer Rudal Jelajah yang Dapat Hantam China – Ummatina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *