Tegur Keras Para Menteri, Jokowi: Belanja Kementerian Tolong Dipercepat  – Aspiratif News

Views: 23
Read Time:2 Minute, 13 Second

Tegur Keras Para Menteri, Jokowi: Belanja Kementerian Tolong Dipercepat  – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Presiden Joko Widodo meminta para menteri di Kabinet Kerja II agar cepat mengeluarkan dan mempercepat anggaran belanjanya untuk memulihkan ekonomi yang diprediksi merosot sampai minus 7,6 % menurut Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD).


“Cepat keluarkan belanja itu secepat-cepatnya karena uang beredar akan kian banyak, konsumsi masarakat akan naik. Jadi, belanja kementerian tolong dipercepat,” katanya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Kamis (18/6) sebagaimana tampak dalam video yang diupload kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Ahad (28/6).


alasannya, ia melihat belanja-belanja di kementerian dan laporannya masih biasa-biasa saja. Jokowi mencontohkan anggaran kesehatan yang mencapai Rp75 triliun baru dikeluarkan 1,53 persennya saja. Ia meminta cepat dikeluarkan untuk tunjangan dokter, dokter spesialis, tenaga medis, sampai belanja peralatan.


“Baru keluar 1,53 % coba! Uang beredar di masarakat ke-rem di situ semua. Cepat itu dikeluarkan dengan pemanfaatan yang pas sasaran sehingga men-trigger ekonomi,” tegasnya.

READ  3 Moderasi Keislaman Santri: Ngaji, Ngawulo, dan Ngamal - Warta Batavia


Bansos yang ditunggu masarakat cepat keluarkan. Kalau ada problem lakukan tindakan lapangan. Walaupun sudah lumayan, tetapi baru lumayan. Ini mestinya sudah 100 %, extraordinary.


Ia juga menyorot bidang ekonomi di mana usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar tengah menunggu semuanya. Ia Mengingatkan agar jangan membiarkan mereka mati dahulu baru dibantu yang tentu saja tidak artinya apa-apa.


“Usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, usaha gede, semuanya yang berhubungan dengan ekonomi manufaktur, industri, khususnya yang padat karya, beri prioritas untuk mereka agar tidak ada PHK,” kata Jokowi.


Jangan sudah PHK gede-gedean, lanjutnya, duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi cuma gara-gara urusan peraturan. “Ini extraordinary!” tegasnya.


Presiden yang baru genap berumur 59 tahun pada 21 Juni lalu itu meminta segenap pembantunya agar tidak menganggap kondisi yang terjadi waktu ini sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja.


Ia Menegaskan siap mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) atau Peraturan Presiden (Perpres) jikalau sungguh diperlukan untuk terlaksananya tanggung jawab untuk 267 juta penduduk Indonesia.

READ  Korban Penipuan Surati Presiden dan Menkopolhukam


“Sekali lagi, jangan menganggap ini biasa-biasa saja. Kalau ada hambatan, keluarkan peraturan menterinya agar cepat. Kalau Penting perpres, saya keluarkan perpresnya,” katanya.


“Kalau mau minta Perppu lagi, saya buatin Perppu kalau yang sudah belum cukup. Asal untuk rakyat, asal untuk negara, saya pertaruhkan reputasi politik saya,” lanjutnya.


Langkah-langkah extraordinary, menurutnya, betul-betul wajib dikerjakan dalam kondisi waktu krisis ini. Bahkan, Jokowi Menegaskan dapat membubarkan lembaga atau melakukan reshuffle. 


“Dapat saja membubarkan lembaga, dapat saja reshuffle, udah kepikiran ke mana-mana saya,” katanya.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad

Tegur Keras Para Menteri, Joko Widodo: Belanja Kementerian Tolong Dipercepat  – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *