Telusuri Aset Nurhadi, KPK Periksa Kepala Desa di Padang Lawas – Aspiratif News

Telusuri Aset Nurhadi, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Kepala Desa di Padang Lawas - Warta Batavia
Views: 1299
Read Time:2 Minute, 48 Second

Telusuri Aset Nurhadi, KPK Periksa Kepala Desa di Padang Lawas – Aspiratif News

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kepala Desa Pancaukan di Kabupaten Padang Lawas bernama Syamsir. Itu terkait lanjutan penyidikan Perkara Sangkaan sogok dan gratifikasi yang menjerat eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Pemeriksaan Disangka berhubungan dengan pelacakan KPK Masalah aset perkebunan sawit milik Nurhadi di wilayah Padang Lawas. “Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka NHD (Nurhadi),” ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Rabu (15/7).

Kecuali memanggil kepala desa, penyidik juga memeriksa 2 pejabat kantor pertanahan di Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. Keduanya ialah Kepala Seksi Hak Tanah dan Registrasi Aladdin dan Kepala Seksi Survei, Pengukuran dan Pemetaan Kalam Sembiring.

Baca juga: KPK Sita Barang Mewah Terkait Perkara Nurhadi

KPK juga memanggil Presiden Direktur PT Pelayaran Bintang Putih Erry Hardianto, sebagai saksi untuk Nurhadi. Belakangan, komisi antirasuah terus melacak aset Nurhadi terkait Sangkaan pencucian uang.

Menyorot aset kebun sawit di Padang Lawas, penyidik juga memeriksa 2 pegawai Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), ialah Hari Utomo dan Rekan. KPK mengungkap adanya Sangkaan rekayasa penilaian aset kebun sawit di Padang Lawas milik Nurhadi. Aset itu seakan-akan dijual sebagai pengembalian uang tersangka lain, ialah Hiendra Seonjoto.

READ  Gus Ulil Beri Tanggapan Keras Isu Tren Hijrah yang Tidak mau Bayar Hutang di Bank

sebelum ini, penyidik juga memeriksa 3 saksi di Padang Lawas, yaitu notaris dan PPAT Musa Daulae, wiraswasta Syahruddin Nasution dan seorang PNS bernama Sri Damora Hasibuan.

Baca juga: Istri Nurhadi Penuhi Panggilan KPK

Dalam Perkara itu, KPK menetapkan Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono, serta Hiendra Soenjoto, sebagai tersangka Perkara pengurusan perkara di lingkungan MA. Selama menjabat Sekretaris MA, Nurhadi Disangka melakukan perdagangan perkara dan menerima sogok serta gratifikasi senilai Rp 46 miliar.

Adapun Rezky Disangka jadi perantara sogok untuk Nurhadi dalam sejumlah pengurusan perkara perdata, kasasi dan peninjauan kembali. Sementara itu, Hiendra disangkakan sebagai pemberi sogok pengurusan perkara perdata.(OL-11)

 


Telusuri Aset Nurhadi, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Kepala Desa di Padang Lawas – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *