tentara, TNI Berdarah Tionghoa Ini Punya Semburan Jarum Berbisa

Purnawirawan-Prajurit-TNI-Berdarah-Tionghoa-Ini-Punya-Semburan-Jarum-Berbisa.jpg
Views: 1031
Read Time:3 Minute, 42 Second

tentara, TNI Berdarah Tionghoa Ini Punya Semburan Jarum Berbisa

95 Views


Read Time:3 Minute, 33 Second

Serma Djoni Matius, tentara, TNI Denjaka Indonesia Ini Berdarah Tionghoa Jago Bela Diri yang Punya Semburan Jarum Berbisa. Sosok Sersan Mayor KKO Purn. Djoni Matius atau lebih dikenal dengan nama Djoni Liem.

Putra kelahiran Bandung, Jawa Barat, 3 April 1934 (86 tahun) ialah seorang Purnawirawan TNI Angkatan Laut berdarah Tionghoa dengan nama aslinya Liem Wong Siu. Ia Adalah bagian publik figur dalam Operasi Dwikora bersama-sama Kapten KKO Winanto (Komandan IPAM waktu itu-Red).

Waktu ini Djoni tinggal bersama-sama istri Djeni Nani yang mempunyai nama Tionghoa Tan Mei Hiang asli dari Singapura, ia waktu ini tinggal di Jl. Kembang Kuning Kulong Gg. Besar 18 Surabaya, Jawa Timur.

Ia berasal dari Satuan Intai Binatang air Korps Marinir. Djoni mempunyai julukan Semburan Mulut Berbisa. Karena djoni dapat meluncurkan jarum, mata kail pancing, silet dan beras dari mulutnya dengan jarak kira-kira kisaran 30 meter.

Baca juga : tentara, TNI Cegat Tank Israel Jadi Perbincangan Dunia

Waktu Indonesia aktif dalam penumpasan Bughot Operasi Dwikora, PRRI/Permesta, DI/TII, G30S, RMS sampai Operasi Perang di Aceh dan Operasi Seroja di Timor Timur, Djoni sigap di garis depan.

Prajurit TNI Berdarah Tionghoa Ini Punya Semburan Jarum Berbisa

Ada cerita menarik waktu ada Operasi Dwikora (Dwi Komando Rakyat) tahun 1964. Waktu itu atasan Serma Djoni, menanyakan siapa yang mau gabung jadi Sukarelawan Indonesia. Waktu itu teman-nya tidak ada yang angkat tangan, cuma ia yang punya nyali, walau dengan resiko yang besar. Sebab kalau hilang tidak akan dicari, dan jikalau tertangkap wajib ganti nama, dan tidak boleh menyebut dari satuan manapun. Hidup mati urusan sendiri-sendiri.

Operasi Dwikora ialah bentuk perlawanan Indonesia atas keinginan Federasi Malaya menggabungkan Brunei, Sabah, dan Serawak untuk jadi Federasi Malaysia.

Menurut Presiden RI Soekarno, keinginan membentuk Federasi Malaysia itu menabrak Persetujuan Manila. Apabila keputusan Sabah, Serawak, dan Brunei untuk berkoalisi dengan Federasi Malaysia ialah hasil referendum yang dimediasi oleh PBB, Indonesia pasti menerima.

Namun ternyata sebelum hasil referendum dipublikasikan, Inggris mencoba mendahului penggabungan koloninya di Kalimantan (Sarawak dan Borneo Utara), Brunei, Singapura, dan Semenanjung Malaya untuk membentuk Federasi Malaysia. Indonesia dan Filipina menentang keras gagasan tersebut.

Baca juga : Mahfud MD Kunjungi Kopassus Akan Libatkan TNI Tangani Terorisme

Puncaknya pada tanggal 17 September 1963, ada aksi unjuk rasa anti-Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia. Para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Sukarno, serta membawa lambang negara Garuda Pancasila ke depan Tunku Abdul Rahman (Perdana Menteri Malaysia waktu itu) dan memaksanya untuk menginjak Garuda.

Menyaksikan penghinaan tersebut, Soekarno pun menginstruksikan gerakan Ganyang Malaysia yang bersejarah.

Serma Djoni ingat betul waktu itu 17 Agustus 1964 Presiden Soekarno memerintahkan Ganyang Malaysia. Posisinya waktu itu telah masuk wilayah Johor. Selama 2 tahun ia ditempatkan di Singapura untuk bersiap-siap. Begitu Pak Karno perintah ganyang Malaysia, merekan akan perang waktu itu juga. Habis-habisan.

Di tubuh Serma Liem Ada 5 puluh bekas cedera tembak. Bahkan sampai sat masih ada 1 proyektil peluru yang bersarang di pinggulnya.

Dokter yang merawatnya menjelaskan jikalau diambil akan mempengaruhi saraf, maka sampai waktu ini tetap dibiarkan saja.

Tidak cuma cedera tembak yang bertubi-tubi, mental, keberanian, bukti kesetiaan Djoni Liem pada Indonesia. Kesetiannya juga diuji waktu dia tertangkap dan jadi tawanan perang pasukan Inggris selama 2,5 tahun di Sulawesi.

Waktu jadi tawanan Inggris Ia disidang sebanyak 42 kali. Tangan dan kakinya diborgol. Tapi tidak 1 pun pertanyaan itu diakuinya. Hingg akhirnya mereka (Inggris-red) tahu jikalau Ia dari Indonesia. Ia dijatuhi pasal 57 section 1, vonis hukum gantung.

Namun ternyata nasib berkata lain. Djoni lolos dari hukuman gantung sebab pada 28 Mei 1966 ada konferensi di Bangkok, Thailand, yang Menyatakan perjanjian damai antara Indonesia dan Malaysia. Djoni pun dipulangkan dari Sulawesi ke Surabaya dan kembali berkumpul dengan Famili.

Baca juga : Kasum TNI : Tugas TNI Kecuali Perang Ialah Mengatasi Terorisme

Sampai waktu ini, meski telah masuk masa purna tugas tapi aktifitas Djoni tidak pernah surut. Djoni masih kerap diundang untuk memotivasi member Marinir Angkatan Laut di semua Indonesia.

Sosok prajurit Denjaka Indonesia yang punya semburan jarum berbisa ini, mencintai Indonesia dengan keberanian dan kesetiannya berperang untuk nusa dan bangsa, terinspirasi dari aksi John Wayne di film Back to Bataan pada tahun 1945.

Kecuali itu, Djoni juga pernah memperoleh masukan berharga dari guru yang paling dia hormati. Dulu guru saya pernah bilang begini, kau wajib mengarahkan kenakalanmu jadi hal yang baik. kau dapat masuk pasukan, energi kau ini dapat buat bela Indonesia. (qa/ummatina)

Prajurit TNI Berdarah Tionghoa Ini Punya Semburan Jarum Berbisa

READ  7 Kekhilafan Mendasar HTI Ini Dibongkar Sendiri Eks Ketua HTI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *