lokasi-persembunyian-kkb-papua-1_169.jpeg

Terbongkarnya Gua dan Pos Tinjau Gerilya KKB Papua

Diposting pada
Foto: Persembunyian KKB Papua (Dok. Pen Kogabwilhan III)

TNI mengungkap sejumlah tempat persembunyian kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mimika, Papua. Tempat persembunyian berupa gua dan pembatas jalan.

Gua dan emplasemen ditemukan di Kecamatan Sugapa, Mimika, Papua, Selasa (9/3). Tempat persembunyian tersebut diduga kuat menjadi sarana KKB dalam melakukan aksi gerilya.

Pada foto pertama terlihat bahwa terdapat bambu-bambu yang disusun secara membujur di mulut gua sehingga susunan bambu tersebut berfungsi sebagai kanopi di mulut gua.

Sedangkan pada foto kedua terlihat bahwa terdapat tali atau sejenis batang atau akar yang digunakan untuk menghubungkan dua pohon yang berdekatan. Node tersebut diduga telah digunakan sebagai pos pemeriksaan KKB.

Lokasi persembunyian KKB Papua (Dok. Pen Kogabwilhan III)

Selain tergolong kriminal, aksi front bersenjata OPM juga tergolong aksi terorisme dengan taktik gerilya, kata Presiden Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa dalam keterangannya, Rabu (10/3 / 2021).

Suriastawa memastikan KKB bersembunyi di hutan dan pegunungan Papua selama perang gerilya. Tiang pohon digunakan untuk menghindari petugas patroli.

Baca Juga :  Pengakuan Teroris Rencanakan Penyerangan ke SPBU demi Tuntut HRS Bebas

Taktik gerilya KKB, kata Suriastawa, mirip dengan aksi kelompok teroris MIT di Poso, Sulawesi Tengah (Sulawesi Tengah). “Kalau merasa kuat, mereka akan menyerang pos TNI-Polri yang dinilai nekat, mereka akan buru-buru ke desa untuk menjadikan warga sebagai tameng vital dan mendapatkan logistik dari masyarakat,” jelasnya.

Selain melancarkan serangan dengan senjata, mereka juga membangun opini di dunia maya. KKB dinilai kerap memutarbalikkan fakta.

Selain itu, KKB juga melayani akun media sosial dengan jumlah pengikut yang banyak. Sehingga KKB mampu mengkonstruksi gambaran yang salah tentang peristiwa yang terjadi di Papua.

“Ini kerja sama antara front OPM, yaitu front bersenjata (KSB), front bawah tanah, dan front politik, baik dalam maupun luar negeri,” ujarnya. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *