Ternyata-Mantan-Panglima-TNI-Gatot-Nurmantyo-Diganti-Bukan-karena-Film-G30S-PKI.jpg

Ternyata Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo Diganti Bukan karena Film G30S/PKI

Diposting pada

Ternyata, Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo Diganti Bukan karena Perintah Nobar Film G30S/PKI

Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo melalui akun Youtube Hersubeno Point menyebut pergantian dirinya sebagai panglima TNI kala itu akibat dia memberi perintah “nonton bareng film G30S PKI”.

Menurut legitimasi Gatot Nurmantyo, ada seorang politikus PDI Perjuangan mengingatkannya untuk menghentikan perintah nobar film G30S PKI.

Legitimasi Jendral Gatot Nurmantyo ini disanggah Pelaku Politik PDIP TB Hasanuddin. Menurutnya, pergantian jabatan Jend. TNI Gatot Nurmantyo sebagai panglima TNI tidak ada kaitannya dengan perintah nonton bareng G30S PKI. Dia menerangkan pergantian jabatan waktu itu karena habis masa jabatannya.

“Tidak ada hubungannya sama sekali. Yang bersangkutan sungguh sudah mendekati selesai masa jabatannya dan akan cepat masuk masa pensiun,” kata Hasanuddin dalam Penjelasan tertulis, Kamis 24 September 2020.

Member Komisi I DPR RI ini memaparkan Gatot pensiun pada tanggal 1 April 2018. Gatot Nurmantyo, kata dia, naik jadi Panglima TNI pada tanggal 8 Juli 2015 dan pergantian Panglima TNI Dilakukan pada tanggal 8 Des 2017.

Baca Juga :  Heboh! Anggota KAMI Punya Grup WA untuk Provokasi Demo Agar Rusuh

“Kalau dihitung sesudah selesai melakukan jabatan jadi Panglima TNI, masih ada sisa waktu 3 bulan sampai dengan akhir Maret, tapi itu hal yang lumrah. Tidak mesti lepas jabatan itu pas pada masa pensiun, banyak perwira tinggi sebelum pensiun telah mengakhiri jabatannya ,” kata TB Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, mengacu pada Pasal 13 UU TNI nomer 34 tahun 2004, ayat (1) TNI dipimpin oleh seorang Panglima. Lalu pada ayat (2) berbunyi : Panglima sebagaimana di maksud pada ayat 1 diangkat dan diberhentikan oleh Presiden sesudah persetujuan DPR.

TB Hasanuddin menerangkan, pengangkatan Jendral Gatot Nurmantyo itu dengan persetujuan DPR, dan pemberhentian pun atas persetujuan DPR juga.

“DPR, waktu itu telah menyepakati untuk memecat yang bersangkutan dan mengangkat Panglima TNI yang baru. Seluruh fraksi di DPR semuanya aklamasi setuju memecat Panglima TNI Gatot Nurmantyo,” kata TB Hasanuddin.

Dengan demikina legitimasi Jendral Gatot Nurmantyo bahwa dia diberhentikan akibat membikin himbauan nonton bareng film Gerakan 30 September atau G-30-S/PKI tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya yang sesungguhnya.

Baca Juga :  Denny Siregar Ingatkan Presiden Jokowi Soal Kehancuran Suriah

Hal yang dijelaskan olen TB Hasanuddin itu diperkuat oleh apa yang dikatkan Fadli Zon yang waktu pemberhentian Gatot Nurmantyo, Fadli Zon menjabat sebagai Plt Ketua DPR RI.

Sepengetahuan Fadli Zon, Jendral Gatot Nurmantyo diganti karena telah masuk masa pensiun.

“Waktu itu saya menjabat Plt Ketua DPR menerima surat penggantian Pak Gatot dari Mensesneg RI di ruang kerja saya,” jelas Fadli Zon. “Tidak ada argumentasi spesifik kenapa diganti cukup mendadak. Akan tetapi Pak Gatot sungguh masuk usia pensiun dalam beberapa bulan waktu itu,” kata Fadli Zon. (aspratif/dari bermacam sumber)

Ternyata Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo Diganti Bukan karena Film G30S/PKI

Ternyata Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo Diganti Bukan karena Film G30S/PKI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *