Gunakan-Keledai-Diikat-Bom-Teroris-Boko-Haram-Sergap-Gubernur.jpg

Teroris Boko Haram Sergap Gubernur Gunakan Keledai Diikat Bom

Diposting pada

Gunakan Keledai Diikat Bom, Kubu Teroris Boko Haram Sergap Gubernur

MAIDUGURI – Kubu teroris yang berafiliasi dengan ISIS, Boko Haram, menyampaikan keledai yang diikat dengan bom untuk menyergap konvoi Guburnur Borno; Babagana Zalum. Para pejabat Nigeria menyebut serbuan itu selaku penyergapan terkoordinasi.

Serbuan bom yang memperdaya keledai itu terjadi hari Minggu. Strategi kotor ini bukan yang ke-1 kali ditunaikan kubu teroris Boko Haram tersebut.

melansir laporan BBC, Rabu (30/9/2020), Babagana Zalum tengah dalam perjalanan pulang ke Maiduguri, Ibu Kota Negara Bagian Borno, sesudah Lawatan untuk berjumpa ratusan warga yang baru saja pulang sesudah menyelamatkan diri dari rumah-rumah mereka enam tahun lalu. Masyarakat menyelamatkan diri dari aksi anarkis dan pemberlakuan hukum syariah yang ketat versi Boko Haram.

Borno berfungsi selaku tempat kelahiran Bughot anggota milisi yang diawali pada 2009. Tetapi, pemerintahan Zalum sudah berusaha untuk memotivasi warga yang telantar—banyak dari mereka sudah tinggal di kamp-kamp jorok dengan sedikit sokongan—untuk kembali ke kota dan desa mereka.

Baca Juga :  Virus Corona di AS Makin Menggila, 40 Ribu Lebih Perkara Perhari

Para pasukan yang mengawal konvoi Zalum diadukan sudah menyaksikan seekor keledai sendirian, dan merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Serdadu melakukan tembakan haewan itu yang memicu ledakan ledakan, dan lalu para milisi Boko Haram keluar dari persembunyian mereka yang lalu melepaskan tembakan.

Tidak seorang pun di dalam konvoi itu, termasuk Zalum, yang cedera.

2 hari sebelumnya, pejabat setempat juga lolos dari usaha tindakan mematikan waktu dalam perjalanan ke daerah dekat Danau Chad. Sedikitnya 18 orang meninggal dalam serbuan itu, termasuk 4 masyarakat sipil dan 14 petugas penegak hukum.

Tetapi terlepas dari beberapa keberhasilan di medan perang untuk memadamkan kampanye kebrutalan Boko Haram—dan legitimasi presiden Nigeria tahun lalu bahwa kubu teroris itu sudah dikalahkan secara teknis, Boko Haram terus mendatangkan malapetaka di wilayah tersebut.

Bughot Boko Haram—yang punya tujuan untuk pembentukan negara Islam di bawah hukum syariat versi mereka sendiri—sudah merenggut nyawa lebih dari 30.000 jiwa semenjak dipicu lebih dari 1 dekade lalu. Bughot itu juga menyebabkan jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Baca Juga :  Dua Anggota “Grup Algojo ISIS The Beatles” Akan Diekstradisi ke AS

Kebiadaban kubu teroris itu pernah jadi pusat perhatian publik internasional pada tahun 2014 sesudah mereka menculik 276 siswi sekolah Kristen yang sebagian besar dari kota Chibok di timur laut Nigeria. Penculikan massal itu memicu kampanye aktivisme #bringbackourgirls yang viral di semua dunia.

Tetapi, penculikan, pemerkosaan, konversi paksa sampai pengunaan keledai untuk pemboman hanyalah beberapa dari sekian banyak alat teror yang dipakai oleh Boko Haram, kubu yang secara harfiah bermakna “Pendidikan Barat haram”.

Sebuah laporan yang diumumkan pada bulan Juli oleh Perwakilan Spesial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Bocah kecil dan Konflik Bersenjata menggambarkan pelanggaran menakutkan kepada anak kecil yang tengah berlangsung dan di wilayah operasi Boko Haram, yang meliputi Nigeria dan sebagian Chad, Kamerun dan Niger.

Laporan tersebut, yang mendokumentasikan pelanggaran antara Januari 2017 sampai Desember 2019, Menegaskan bahwa perekrutan dan pemanfaatan anak kecil Adalah hitungan total terbesar dari pelanggaran terverifikasi, dengan total 3.601 anak laki-laki dan wanita terkena dampak.

Boko Haram bertanggung jawab atas perekrutan dan pemanfaatan 1.385 anak, khususnya melalui penculikan, dipakai dalam permusuhan langsung, dan dalam bermacam peran penyokong, termasuk selaku budak seksual.

Baca Juga :  Vaksin Covid-19 Jadi Ajang Persaingan Sengit Antar Negara Adidaya

“Bagian praktik spesial dan paling tercela dari Boko Haram ialah mempergunakan anak kecil, khususnya wanita, selaku pembawa alat peledak improvisasi yang dibawa oleh personel,” bunyi laporan itu. “Juga dikenal selaku ‘bom manusia’.” (ar)

Teroris Boko Haram Sergap Gubernur Gunakan Keledai Diikat Bom

Teroris Boko Haram Sergap Gubernur Gunakan Keledai Diikat Bom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *