pascaledakan-bom-di-makassar-3_169.jpeg

Teroris Ditembak Mati Jaringan Pasutri Bomber Makassar, Menyerang Polisi

Diposting pada
setelah pemboman di Makassar 3169 Teroris tewas oleh jaringan pasangan bomber Makassar, menyerang polisi

Seorang terduga teroris di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ditembak mati oleh tim Densus 88 karena menyerang petugas dengan parang saat hendak ditangkap. Terduga teroris juga merupakan jaringan dari pasangan suami istri (pasutri) L dan YSF yang melakukan aksi bom bunuh diri di gereja katedral di Makassar.

“Saat tertangkap, mereka akan melawan dan menyerang agen untuk mengambil tindakan tegas dan terukur,” kata Kepala Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan, Kamis (15/4/2021) saat dikonfirmasi wartawan.

Tersangka teroris berinisial MT ditembak mati di kawasan Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Selain terlibat dalam aksi bom bunuh diri pasangan L dan YSF, ia tergabung dalam kelompok teroris yang berkiprah di studionya di Vila Mutiara, Makassar.

“Inisial kelompok jejaring MT bisa ditemukan di Gereja Katedral dan Villa Mutiara,” kata Zulpan.

Dari TKP, polisi berhasil menyita rangkaian senjata tajam sejenis golok yang digunakan pelaku untuk menyerang polisi. Selain itu, banyak ditemukan senjata tajam lainnya.

“Menggunakan parang tajam (polisi) banyak menyerang senjata tajam,” kata Zulpan.

Baca Juga :  HTI Memframe Seakan Demokrasi Tidak Ada Nilai Keislaman

Rabu (15/4) lalu, 31 tersangka teroris yang terkait dengan pasangan L dan YSF ditangkap di Makassar. Dalam penangkapan terakhir, petugas menyita pistol udara dan telepon seluler berisi percakapan tentang plot aksi teroris.

“Peran mereka (yang dijamin) memberi motivasi, jadi mereka bantu jaga lokasi nanti, mereka juga bantu kita pasang bom. Jadi semuanya berperan, “kata Kapolsek Sulawesi, Kombes dan Zulpan kepada detikcom di kantornya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (13/4).[detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *