Tersangka Perkara Ilegal Logging di Raja Ampat Ditangkap di Jakarta – Aspiratif News

Tersangka Perkara Tidak resmi Logging di Raja Ampat Ditangkap di Jakarta - Warta Batavia
Views: 1385
Read Time:3 Minute, 18 Second

Tersangka Perkara Ilegal Logging di Raja Ampat Ditangkap di Jakarta – Aspiratif News

PENYIDIK Balai Gakkum KLHK Wilayah Maluku Papua menangkap FW, 56, Direktur PT Bangun Cipta Mandiri (BCM) terkait illegal logging di perairan Kampung Kalwal, Distrik Salawati Barat, Kabupaten Raja Ampat.

FW ditangkap penyidik KLHK pada 16 Juli 2020 di Jakarta. Penangkapan ditunaikan sesudah FW 2 kali melalaikan surat panggilan penyidik.

FW telah dibawa ke Sorong pada 17 Juli 2020 untuk diberikan untuk Jaksa Penuntut Umum/Tahap II.

Terkait dengan Perkara illegal logging ini, 2 tersangka lainnya ialah S dan N.

Baca juga: Luwu Utara Diingatkan Tetap Waspada

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Papua Leonardo Gultom di Sorong menerangkan FW ditetapkan tersangka oleh penyidik pada 31 Maret 2020.

“FW akan dikenakan pasal sangkaan sengaja mengangkut, menguasai, atau mempunyai hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama-sama surat Penjelasan sahnya hasil hutan seperti tercantum pada Pasal 83 Ayat 1 Huruf b Jo. Pasal 12 Huruf e Undang-Undang No 18 Tahun 2013 Soal hal Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP,” kata Leo dalam Penjelasan legal, Sabtu (18/7).

READ  Terpapar Radikalisme, Masjid BUMN Jadi Garapan Prioritas PBNU Menjelang Muktamar 2020

FW diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana dendan paling banyak Rp2,5 miliar.

Leo menambahkan terungkapnya Perkara illegal logging ini berawal dari aktifitas Operasi Pengamanan dan Peredaran Hasil hutan Tim Operasi Balai Gakkum KLHK Maluku Papua.

“Tim Operasi awal Februari 2020 menahan Kapal KLM Sumber keinginan III yang bermuatan kayu olahan kategori merbau (Intsia bijuga) bermacam ukuran, kira-kira 100 m3 di Kampung Kalwal, Distrik Salawati Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat,” bebernya.

Sementara itu, Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani Menegaskan penangkapan FW membuktikan KLHK tidak berhenti menindak pelaku kejahatan terkait dengan hutan seperti illegal logging, perambahan wilayah hutan untuk perkebunan illegal maupun tambang illegal, serta pelaku kejahatan dan perusakan lingkungan hidup lainnya.

“Di tengah pandemi covid-19, tim kami terus bekerja menindak pelaku kejahatan untuk menyelamatkan sumberdaya alam kita,” imbuhnya.

“Kami harapkan para pelaku kejahatan seperti ini dihukum seberat-beratnya. Pelaku kejahatan seperti FW ini mencari keuntungan diatas kesengsaraan penduduk banyak. Kalau hutan dan lingkungan hidup kita rusak, kehidupan penduduk terancam bencana, banyak yang jadi korban sudah banyak contohnya. Kejahatan FW ini juga merugikan negara karena negara kehilangan pendapatan dari sumberdaya alam. Jadi sudah sepantasnya FW maupun pelaku kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan lainnya dihukum seberatnya agar ada efek jera”, tegas Rasio. (OL-1)

READ  Kedekatan Hati Kiai Maimun Zubair dengan Mbah Dimyati Rois


Tersangka Perkara Tidak resmi Logging di Raja Ampat Ditangkap di Jakarta – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *