Tetap Waspada Kepada Perekrutan Teroris Melalui Jejaring Offline

Tetap-Waspada-Terhadap-Perekrutan-Teroris-Melalui-Jejaring-Offline.jpg
Views: 841
Read Time:1 Minute, 53 Second

Tetap Waspada Kepada Perekrutan Teroris Melalui Jejaring Offline

7 Views


Read Time:1 Minute, 45 Second

Selamatkan Orang-orang yang Anda Cintai dari Terorisme dengan Tetap Waspada Kepada Perekrutan Teroris Melalui Jejaring Offline

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) merekrut anggotanya dari semua belahan bumi, salah satunya Indonesia. Banyak yang tergiur dengan ajakan ISIS, khususnya pemuda. ISIS merekrut anggota dengan bermacam cara. Tawaran mereka menggiurkan, padahal sesungguhnya menjerumuskan.

Sebagaimana diungkap Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia (UI) Solahudin menerangkan, media sosial mempunyai peran penting dalam penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Mereka melaksanakan propaganda yang menggiurkan sehingga banyak memperoleh siompatisan.

Kecuali itu, media sosial pun ternyata dapat dijadikan Sarana rekrutmen kelompok teroris. Tetapi, proses rekrutmen teroris di Indonesia tidak seperti di negara-negara lain. Di beberapa negara, semisal di Eropa atau Malaysia, radikalisasi secara online dapat sekaligus dengan proses rekrutmen.

Proses radikalisasi nyata berlangsung melalui media sosial. Akan tetapi, proses rekrutmen pelaku tindakan radikal dan teror di Indonesia dikerjakan secara offline, yaitu dengan tatap muka atau lewat perkumpulan perkumpulan. Adanya kebebasan berekspresi dan berorganisasi, sehingga perekrutan dapat dengan mudah dikerjakan melalui bermacam Kesempatan tatap muka langsung.

READ  Ferrari Akhirnya Melepas Sebastian Vettel - Aspiratif News

Kecuali itu, kelompok ekstrimis tidak keterlaluan percaya dengan perekrutan di dunia maya lantaran kerap terjadi penipuan. Sehingga, kanal offline dapat lebih dipercaya.

Sama halnya di lingkungan kampus Disangka jadi tempat tumbuh dan berkembangnya paham radikal. Para perekrut anggota teroris mencari calon anggota teroris di lingkungan kampus. Perekrut akan menemui calon teroris di masjid, lalu ke tempat tinggalnya (indekos) untuk membahas Masalah jihad.

Banyak WNI yang terjebak dengan modus ISIS. Banyak cara yang tidak diduga-duga dipakai oleh kelompok teroris tersebut untuk merekrut anggota baru. Modusnya di antaranya menjanjikan upah tinggi, hidup enak, hubungan asmara, menyebarkan video propaganda, dan menawarkan umroh gratis.

Kecuali itu kurangnya kontrol dari orangtua juga jadi faktor anak muda terpapar radikalisme. Biasanya orangtua yang menganggap anaknya tampak baik-baik saja di rumah, akan kaget waktu mengetahui anaknya terlibat aksi terorisme.

Sebab itu, kalau anda tidak ingin orang-orang yang anda cintai terpapar radikalisme, semenjak sekarang ada baiknya memberikan wawasan terkait radikalisme dan terorisme. Penyebaran radikalisme dan terorisme sulit terdeteksi waktu diselipkan dalam ceramah-ceramah agama. Masarakat awam akan ‘terhipnotis’ tidak menyadari apa yang didengar dan dilihatnya ialah paham radikal.

READ  Ingatkah Anda Waktu Makam Imam An-Nawawi Dibom Kaum Wahabi ?

Tetap Waspada Terhadap Perekrutan Teroris Melalui Jejaring Offline

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *