TA-696x392.jpeg

Tidak Fokus Urus DKI, Anies Gagal Antisipasi Kerumunan di Tanah Abang

Diposting pada
TA tidak fokus ke Jakarta, Anies gagal mengantisipasi keramaian di Tanah Abang

Pengunjung pasar Tanah Abang mengalami booming akhir pekan lalu, sehingga dianggap berisiko tertular virus Corona (COVID-19).

Berkaca dari banyaknya pengunjung pasar Tanah Abang, Gilbert Simanjuntak, anggota DPRD DKI Jakarta dari PDI Perjuangan, menyayangkan keramaian di akhir pekan menjelang Idul Fitri di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menurutnya, pelanggaran protokol kesehatan ini seharusnya dicegah sejak awal.

Karena itu, Gilber menilai Gubernur Anies Baswedan tidak terlalu fokus pada pengelolaan pemerintahan DKI.

“Saya melihat kesan bahwa fokus gubernur bukan ke DKI, tapi ke yang lain.” Kalau cluster perkantoran bertambah, harus dimajukan, ”kata Gilbert saat dikonfirmasi, Senin (3/4/2021).

Ahli epidemiologi dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) ini juga mengatakan penurunan disiplin masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan sudah terlihat belakangan ini. Misalnya, antara staf pengajar dan cluster kantor yang meroket.

Selain itu, sudah menjadi rutinitas pasar Tanah Abang yang ramai menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Melihat kedua kondisi tersebut, Gilbert mengira Anies tidak bisa berjaga-jaga.

“Jadi harus diantisipasi seiring dengan bertambahnya cluster perkantoran. Keheranan juga terlihat dari awal bahwa tempat parkir mobil tidak sesuai protokol dan 50 persen penuh dan penuh pengunjung karena tidak dijaga, dan adanya pintu masuk dan tempat parkir pun harus ditutup, “katanya.

Baca Juga :  Pendiri Demokrat: Isu Pemberian Sejumlah Uang dari Moeldoko Itu Hoaks

Ia menilai hiruk pikuk Tanah Abang sebagai bentuk kurangnya pengawasan oleh Pemprov DKI Jakarta. Oleh karena itu, agar tidak terulang kembali, perlu diberlakukan pembatasan dan pengawasan yang ketat di pusat ritel pakaian terbesar di Asia Tenggara tersebut.

“Kalau melihat pasar, pengunjungnya harus lebih banyak, pintunya harus ditutup. Laporkan ke polisi jika tidak bisa,” pungkasnya.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *