Menolak-KAMI-Selamatkan-Bangsa-dari-Kegaduhan-dan-Perpecahan.jpg

Menolak KAMI, Selamatkan Bangsa dari Perpecahan

Diposting pada

Menolak KAMI, Selamatkan Bangsa dari Kegaduhan dan Perpecahan

Gerakan KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) dideklarasikan pertama kali pada 18 Agustus 2020 di Jakarta. Tetapi lalu pada deklarasi seterusnya di beberapa kota memperoleh penolakan masarakat, termasuk yang paling ramai beritanya ialah penolakan deklarasi KAMI di Surabaya, yang mana penolakan dilaksanakan oleh beberapa komponen masarakat Surabaya.

Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang digelar di Surabaya dibubarkan massa bersama-sama polisi, Senin (28/9/2020). Pembubaran acara deklarasi tersebut merupakan tindakan pas, mengingat adanya kekuatiran melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Acara deklarasi KAMI di Gedung Juang 45, Jalan Mayjen Sungkono, dihadiri eks Panglima TNI Jend. (purn) Gatot Nurmantyo. Gatot Nurmantyo Ialah bagian deklarator KAMI. Kenapa Acara deklarasi di Surabaya tersebut dihentikan polisi, karena dinilai tidak mengantongi aizin berkumpul, apalagi dihelat di tengah pandemi Covid-19. Jikalau sesuai protokol kesehatan mungkin tidak dipersoalkan, tetapi tidak ada yang bisa menjamin, apalagi Surabaya atau Jatim masuk zona merah Covid-19.

Selain dikhawatirkan menabrak protokol kesehatan Covid-19, semenjak kelahirannya, 18 Agustus 2020 di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, bagi sejumlah kalangan, gerakan KAMI dinilai berbahaya.

Baca Juga :  Muhammadiyah Antara Khilafah dan Pancasila

Gerakan KAMI yang dideklarasikan pertama kali oleh Gatot Nurmantyo, juga ada beberapa figur publik yang selama ini dikenal vokal seperti Said Didu, akademisi Rocky Gerung, Refly Harun, MS Kaban, Jumhur Hidayat, sampai Sri Bintang Pamungkas. Bagi yang rajin ikut perkembangan berita politik pastilah tahu siapa nama-nama yang disebutkan di atas.

Akan tetapi di Surabaya, sejumlah organisasi kemasyarakatan di Kota Surabaya melakukan aksi bersama menolak acara KAMI. Mereka menyokong kepolisian membubarkan acara deklarasi KAMI tersebut. Pemerintah yang mengalami kerepotan ekonomi dan lainnya akibat gempuran dampak pandemi Covid-19 seharusnya dibantu bukan malah dibebani dengan aneka problem baru.

“Lebih baik monggo bareng-bareng melawan Covid-19. Jikalau mau nyapres nanti 2024, itupun jika ada partai yang mau mengusung dan rakyat mendukung. Sabar jenderal, Jatim dan Surabaya tidak mudah untuk diprovokasi politik,” kata Ketua Jaringan Masarakat Melek Politik Kota Surabaya Ismail Busro.

Ketua Forum komunikasi kyai Kampung Indonesia Gus Maftuh meyakini gerakan KAMI ialah gerakan yang kental dengan nuansa politik.

Baca Juga :  Penemuan Yusuf Muhammad Siapa Dalang di Balik Isu PKI

“Mereka cuma ingin mencari panggung, gerakan yang sakit hati atau tidak puas atas kekalahan Pemilihan presiden 2019 kemarin,” kata Gus Maftuh.

Secara spesial Jend. TNI (Purn) Agum Gumelar juga menyampaikan pesan untuk Gatot Nurmantyo sesudah terjadi keributan di Taman Makam Pahlawan Kalibata:

“Kalau Pak Gatot ingin membangun gerakan moral sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada bangsa, itu. Tapi mohon harus betul-betul gerakan moral, jangan menjadi suatu gerakan politik. Gerakan moral itu tentunya harus diikuti dengan moral yang tinggi,” ujarnya.

Nah, itulah beberapa kekuatiran selain melanggar protokol kesehatan Covid-19. Kekuatiran yang cukup punya argumentasi, mengingat nama-nama figur publik para deklarator KAMI yang dikenal masarakat sebagai orang-orang yang mempunyai background politis dan vokal ke pemerintah yang sah.

Jadi, menolak KAMI ialah bagian dari usaha kita menyelamatkan bangsa ini dari kegaduhan dan perpecahan. Alangkah indahnya jikalau kita dapat bersatu padu dalam menangani bermacam kesulitan yang dihadapi pemerintah yang merupakan dampak dari pandemi Covid-19.

Di Argentina separuh menduduknya jatuh miskin akibat dari pandemi Covid-19. Semoga Indonesia tidak sampai seperti Argentina, mari bersatu padu mengatasi pandemi Covid-19. (aspratif/sumber ummatina)

Baca Juga :  Nilai Pancasila Adalah Kekuatan Bangsa Lawan Radikalisme

Menolak KAMI Selamatkan Bangsa dari Perpecahan

Menolak KAMI Selamatkan Bangsa dari Perpecahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *