Tim Pemburu Djoko Wajib Transparan – Aspiratif News

Views: 23
Read Time:3 Minute, 18 Second

Tim Pemburu Djoko Wajib Transparan – Aspiratif News

TIM gabungan yang diprakarsai Kejaksaan Agung untuk memburu Djoko Tjandra wajib ditunaikan secara terbuka supaya tidak sebatas janji serta agar dapat diawasi penduduk.

“Tim ini wajib diberi tenggat kerja, artinya ada ukuran yang Jelas untuk tim ini bekerja. Jikalau tidak seperti ini, kita tidak dapat memperoleh kepastian kapan Djoko Tjandra ditangkap,” ujar Peneliti Pusat Studi Hukum dan Keputusan taktik (PSHK) Agil Oktaryal tatkala dihubungi, kemarin.

Agil menerangkan pencarian buron Perkara korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali itu, yang sampai sekarang belum menemui titik terang, Ialah rapor merah bagi Kejaksaan Agung.

“Ini jadi catatan buruk bagi Kejaksaan Agung ya, sekaligus memperlihatkan kejaksaan tidak serius me- nangani korupsi yang menyita perhatian publik,” tegasnya.

menurut dia, keluar-masuk Djoko Tjandra ke Indonesia tanpa terdeteksi menambah catatan buruk koordinasi antarlembaga. Evaluasi mesti cepat ditunaikan pemerintah untuk daya-kerja pihak yang berkewajiban mengeksekusi Djoko Tjandra.

READ  Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 14 - Aspiratif News

“Apalagi dengan tidak terdeteksinya kepulangan Djoko Tjandra ke Indonesia beberapa bulan lalu oleh kejaksaan dan pihak Imigrasi, bagi saya, Presiden wajib cepat evaluasi Jaksa Agung dalam Perkara ini,” jelasnya.

Evaluasi serupa juga Penting ditunaikan untuk Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly. “Presiden wajib tegas untuk 2 pembantunya ini.”

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono menerangkan pihaknya tengah bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM serta institusi lain berikut lembaga intelijen dalam mencari keberadaan Djoko Tjandra. Seluruh tempat yang berkemungkinan jadi jalur pelintasan dan persembunyian terpidana cassie Bank Bali ini masuk radar pencarian.

“Tim masih mencari (Djoko Tjandra),” katanya waktu dikonfirmasi, kemarin.

Hari menerangkan tim gabungan tengah bekerja di lapangan tengah menyelisik seluruh kemungkinan untuk menemukan Djoko Tjandra.

Tetapi, dia mengakui aktifitas ini bersifat rahasia sehingga tidak dapat diungkapkan ke publik.

“Maaf belum dapat kami sampaikan,” katanya.

Kuasa hukum diadukan

Tim Advokasi Komite Antikorupsi Indonesia (KAKI) akan mengabarkan kuasa hukum Djoko S Tjandra dan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan ke Bareskrim Polri, pada hari ini.

READ  PCINU Hong Kong Salurkan Zakat untuk Nahdliyin Terdampak Covid-19 di Indonesia - Aspiratif News

Arief Poyuono, selaku koordinator pelaporan, menilai kuasa hukum Djoko Tjandra mengetahui keberadaan buron tersebut. alasannya, kliennya baru saja mengusulkan peninjauan kembali (PK) ke PN Jakarta Selatan.

“Kenapa dia tidak menyerahkan ke kejaksaan dulu orangnya untuk dieksekusi,” ungkap Arief.

Sementara itu, Ketua PN Jakarta Selatan juga seharusnya mengabarkan keberadaan Djoko sesudah menerima laporan panitera dan berita acara.

“Dengan seperti ini, patut Disangka kuasa hukum Djoko Tjandra dan Ketua PN Jakarta Selatan telah melakukan tindakan usaha untuk menjaga atau menyembunyikan Djoko yang Ialah buron terpidana Perkara korupsi,” paparnya. (Ykb/X-10)


Tim Pemburu Djoko Wajib Transparan – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *