1588068839.jpg

Tips Sehat Berbuka Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

Diposting pada

Jakarta, Warta Batavia – Berikut tips sehat berbuka puasa di tengah pandemi Covid-19. Wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) merupakan pandemi global yang sangat ditakuti di setiap dunia.

Pandemi Covid19 menyebabkan 211.326 korban pada 28 April 2020 di seluruh dunia. Oleh karena itu, wabah Covid-19 harus segera dicegah, salah satunya dengan menjaga kesehatan tubuh.

Memasuki bulan suci Ramadhan 2021, pandemi ini belum berakhir seperti di Indonesia. Oleh karena itu, setiap orang yang menjalankan ibadah puasa harus tetap memperhatikan kesehatan. Diantaranya adalah saat menyantap menu buka puasa.

Tips sehat berbuka puasa di tengah pandemi

Tips sehat berbuka puasa selama pandemi Covid-19

Menurut pakar kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Dr. Syahrizal Syarif menjelaskan, jika berhasil berbuka puasa, jangan makan makanan yang sulit diproses terlebih dahulu, yakni makanan yang sulit diproses. sayuran dan lemak.

“Makanan berlemak hanya untuk makan,” kata Syahrizal Warta Batavia, Selasa (28/4) di Jakarta.

Untuk berbuka puasa, lanjut presiden PBNU untuk kesehatan, kalau bisa jangan makan santan. Karena dalam keadaan buka puasa, makanan harus diolah dengan cepat.

“Buka puasa dengan ringan dan manis itu enak dan menyehatkan, baik itu kurma, teh manis panas, oke karena perut diistirahatkan 12 jam, jangan langsung makan berat,” jelasnya.

Dijelaskannya, nasi itu makanan yang berat, kalau enak makan takjil, setelah shalat maghrib barulah berbuka puasa dengan nasi. “Jangan langsung ambil menu yang berat, maaf perutnya,” kata Syahrizal.

Baca Juga :  Respon Tak Lazim Menteri Saudi kepada Statemen Biden Terkait Yaman

Ia juga dengan tegas menyatakan bahwa shalat tarawih itu sehat dari segi medis. Menurutnya, selama 4 jam makanan masih ada di dalam perut.

“Jadi tarawihnya benar. Bakda isya kita tarawih, mengolah makanan hingga berbuka puasa,” ucapnya.

Syahrizal juga berpesan agar masyarakat menjaga jarak dan tidak berbuka puasa bersama dengan kerumunan lebih dari 5 orang. Ini jelas mengganggu rantai penyebaran Covid-19.

Pola makan sehat saat berbuka puasa

Berikut beberapa tips sehat menjaga pola makan sehat selama Ramadhan, terutama saat buka puasa sebagai rangkumannya Tirto.

Pola makan sehat ini harus tetap dilanjutkan meski bulan puasa sudah usai.

1. Minum air putih sebelum berbuka puasa.

Minum banyak cairan seperti air putih, jus buah segar, atau susu. Ini akan mencegah dehidrasi dan memberi tubuh cairan esensial. Air putih tetap menjadi sumber hidrasi terbaik. Minumlah 1 atau 2 gelas air sebelum makan dan bukan saat makan untuk menghindari gangguan pencernaan. Waspadai minuman manis saat berbuka karena mengandung banyak gula dan kalori.

2. Mulailah berbuka puasa dengan kurma.

Kurma dikonsumsi sebelum berbuka puasa, karena kurma merupakan sumber nutrisi bergula alami, sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi setelah menjalani puasa. Jika Anda menderita sakit kepala saat berpuasa, kemungkinan karena gula darah rendah, mulailah berbuka puasa dengan 2 kurma untuk menaikkan kadar gula darah Anda.

Baca Juga :  Iran Balas Sebut Raja Salman Pembunuh Rakyat Yaman, Penyebar Wahhabisme

3. Makan semangkuk sup saat berbuka puasa.

Sup adalah bagian alternatif yang sehat dari makanan buka puasa. Air dalam sup membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Ada banyak pilihan soto yang bergizi, seperti soto ayam, soto tomat, soto bawang, yang bisa disantap untuk berbuka puasa.

4. Jangan lupakan sayuran pada menu buka puasa.

Sayuran dikemas dengan vitamin, mineral dan serat dengan begitu banyak nutrisi dan sedikit kalori. Semakin banyak sayuran yang Anda makan, semakin besar manfaat kesehatannya. Sayuran juga memberikan rasa kenyang, sehingga lebih sedikit dikonsumsi dibanding makanan utama.

5. Pilih karbohidrat yang baik.

Kecuali sayuran, makanan berbuka puasa harus mengandung karbohidrat yang bisa dibuat dari beras merah, gandum, atau roti dan kentang. Karbohidrat kompleks menyediakan sumber energi yang lebih stabil dan berkelanjutan selain serat dan mineral.

6. Pilih protein tanpa lemak.

Kecuali karbohidrat, bahan yang harus tersedia saat berbuka adalah makanan yang mengandung protein baik, mudah dicerna dan mengandung semua asam amino esensial. Tubuh membutuhkan protein untuk membangun dan memelihara massa otot. Daging sapi, susu, yogurt, telur, keju, ikan, dan unggas kategori lainnya mengandung protein berkualitas tinggi. Sertakan ikan, ayam atau kalkun tanpa kulit, dan susu rendah lemak untuk dimakan sebagai hidangan buka puasa. Untuk vegetarian, Anda bisa memilih protein nabati seperti kacang-kacangan.

Baca Juga :  Dirjen Kemenag Imbau Pengurus Masjid Tetap Taati Panduan Ibadah Ramadhan

7. Jangan gila saat berbuka puasa.

Jangan terburu-buru waktu makan. Setelah berpuasa selama 1 hari penuh, makan terlalu banyak saat buka puasa bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan masalah perut lainnya. Bahkan jika Anda merasa lapar, cobalah untuk terus makan sesuai dengan porsi makan Anda yang normal. Mengontrol ukuran porsi adalah kunci untuk tetap sehat dan mencegah penambahan berat badan.

8. Hindari makanan yang kaya lemak, garam dan gula.

Jauhi makanan berat untuk berbuka puasa yang mengandung lemak tidak sehat, ditambah garam dan gula. Waktunya memasak, buat resep Ramadhan favorit Anda lebih sehat dengan memanggang, mengukus, dan merebus. Tambahkan campuran bumbu dan rempah-rempah untuk membumbui makanan. Gantilah minuman manis dengan gula alami pada buah, kacang-kacangan, dan salad buah.

Jurnalis: Fathoni Ahmad

Penerbit: Kendi Setiawan

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *