FB_IMG_1620102732059-696x392.jpg

Tokoh Agama Masuk ke Gereja Adalah Hal Lumrah

Diposting pada
FB IMG 1620102732059 Tokoh agama yang masuk ke Gereja adalah hal biasa

Para pemimpin agama memasuki Gereja dan berharap hari raya Kristen menjadi hari yang bahagia di negara-negara Arab, seperti Mesir dan Dubai.

Masalahnya, mereka yang masuk adalah tokoh-tokoh yang bermartabat, seperti Syekh Agung Al-Azhar beserta jajarannya.

Dulu, Gus Dur juga keluar masuk gereja dan memegang otoritas yang melekat, yakni ketua PBNU atau mantan ketua PBNU.

Masalahnya, Gus Miftah ada di sana untuk menjalankan kewenangan, baik diangkat oleh Anis Baswedan maupun diminta Gereja. Menurut saya, melihat jaringan pertemanan Gus Miftah, dia diminta Anis sebagai wakil agama.

Jika demikian, seharusnya tidak ada label PBB. Untuk wilayah DKI, perwakilan otoritas keagamaan lebih tepat jika ketua PW NU DKI, direktorat daerah DKI Muhammadiyah, jika tidak langsung direksi PB.

Mengapa seseorang dengan otoritas harus datang? Agar tidak menjadi contoh buruk yang akan membuat orang lebih banyak bicara, sok, pluralistik dan toleran. Tidak hanya kiai yang hilir mudik ke gereja, terutama kaum muda atau organisasi kepemudaan yang sudah tidak aktif lagi dalam studi agama.

Baca Juga :  Terbukti Rizieq Bohong Sebut Tekanan Darah Istrinya Naik Jadi 400, Netizen: Bisa Meledak Itu Pembuluh

Karena selain harus menata hati karena mengandung makna keimanan, toleransi membutuhkan fiqh yang lebih rumit dari bidang muamalah lainnya.

Seperti dalam banyak video hotline adegan berbahaya, “adegan berbahaya hanya bisa dibuat oleh ahli atau ditemani oleh profesional”, begitu juga sikap kita terhadap toleransi.

Ini hanya sebuah perspektif, Anda dapat tidak setuju tanpa melaporkan akun saya ke Facebook.

Ahmad Tsauri

Sumber: https://www.facebook.com/1804176800/posts/10215375369496493/

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *