6068a38fdfa5d.jpeg

Tol Cisumdawu Tersambung Akhir 2021, Bandung-Bandara Kertajati Cuma 1 Jam

Diposting pada

Jalan tol Chileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 60,10 kilometer akan terkoneksi dengan tol bandara Kertajati pada akhir tahun 2021.

Penyelesaian pengerjaan infrastruktur konektivitas fisik untuk mendukung fungsi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta semua pihak untuk terus berkoordinasi dan bekerja keras mempercepat pembebasan lahan, sehingga penyelesaian tol Cisumdawu sejalan dengan target akhir 2021.

“Saya minta masalah pembebasan lahan segera diselesaikan agar pembangunan bisa cepat, karena pembangunan hanya bisa berjalan cepat jika ada lahan,” kata Basuki, Sabtu (3/4/2021).

Untuk mempercepat pembebasan lahan, Kementerian PUPR melalui Satker Pengembangan Jalan Tol Cisumdawu, Ditjen Bina Marga, terus meningkatkan koordinasi dengan instansi lain.

Diantaranya adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Badan Perwakilan Daerah (BPN), Polda, Kejaksaan dan instansi terkait lainnya.

Mekanisme pengadaan tanah telah dilaksanakan sesuai prosedur dan jika tidak ada kesepakatan tentang harga tanah yang telah ditentukan oleh penilai independen, maka pengapalan atau ganti rugi akan diajukan ke pengadilan.

Baca Juga :  Alhamdulillah! Cegah Radikalisme, Polda Metro Jaya akan Adakan Ngaji Kitab Kuning bersama BKN

Sejauh ini pembangunan Seksi I Chileunyi-Rancakalong sepanjang 11,45 kilometer telah mencapai 71,59% dengan muka tanah 97,74%.

Selanjutnya di Seksi II Rancakalong-Sumedang sepanjang 17,35 kilometer, progres konstruksi 91,13% dengan realisasi tanah 95,93%.

Untuk seksi 3 dari Sumedang hingga Cimalaka sepanjang 4,05 kilometer, konstruksi sudah 100% selesai.

Kemudian pembangunan Seksi 4 Cimalaka-Legok sepanjang 8,20 Km dan Seksi 5 Legok-Ujungjaya sepanjang 14,9 Km masuk ke dalam clearing site dengan perkembangan lahan masing-masing 39,71% dan 38,00%.

“Berdasarkan laporan, pada April nanti 70 persen lahan akan tersedia untuk seksi 4, jadi kami minta Mei pindah pembangunannya,” kata Basuki.

Selanjutnya untuk seksi 6 Ujungjaya-Dawuan sepanjang 6,06 kilometer, pembangunan seksi 6A dimulai dengan progres 25,20% dan seksi 6B 2,30%. Untuk pembebasan lahan mencapai 87,53%.

Jalan tol Cisumdawu dibangun dengan skema public private partnership (PPP).

Dari enam seksi tersebut, seksi 1 dan 2 dilakukan oleh pemerintah sebagai bagian dari Vitality Deficit Fund (VGF) guna meningkatkan keberlanjutan investasi jalan tol.

Kemudian seksi 3-6 dikerjakan oleh Badan Pengatur Jalan Tol Niaga (BUJT) yaitu PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) dengan investasi Rp. 8,41 triliun.

Baca Juga :  Memulai Latihan Perang “Baitul Maqdis”, IRGC Tegaskan Iran Tak Butuh Perjanjian  Nuklir

Dengan beroperasinya seluruh tol Cisumdawu dan kemudian terkoneksi dengan akses tol akses BIJB Kertajati, maka akan mengurangi waktu tempuh dari Bandung dari kurang lebih 3 jam menjadi 1 jam.

Dengan peningkatan konektivitas tersebut maka pengoperasian bandara akan meningkat dan menjadi lebih kompetitif, sehingga diharapkan dapat menggantikan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Kehadiran Tol Cisumdawu juga mendukung pengembangan kawasan “segitiga emas” Cirebon-Subang-Majalengka (Rebana) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah baru.

Selain itu juga merupakan salah satu jalan tol dengan pemandangan yang sangat bagus seperti tol Bawen-Salatiga karena menawarkan panorama pegunungan Bumi Priangan.[kompas.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *