Tolak Khilafah dengan : “NKRI OK, ISLAM YES, KHILAFAH NO !”

Tolak-Khilafah-dengan-Katakan-NKRI-OK-ISLAM-YES-KHILAFAH-NO.jpg
Views: 471
Read Time:4 Minute, 23 Second

Tolak Khilafah dengan : “NKRI OK, ISLAM YES, KHILAFAH NO !”

7 Views


Read Time:4 Minute, 11 Second

Bareng Kita Tolak Khilafah dengan Katakan: “NKRI OK, ISLAM YES, KHILAFAH NO !”

Siapatah mereka yang bercita-cita merubah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Jadi Negara Khilafah? Mereka dengan khayalan yang tinggi menarasikan bahwa Khilafah akan cepat tegak di muka bumi. Mereka menyebut dengan sistem Khilafah akan menyatukan semua kaum Muslimin di semua dunia, buktinya masjid Agya Sophia telah difungsikan jadi masjid kembali Seperti yang dilaksanakan Muhammad Al fatih. Ini bukti yang dipaksakan tentunya.

Pada waktu ini, kubu orang yang antusias membikin propaganda khilafah ialah ISIS (negara khilafah modern yang gagal total) dan eks HTI. Spesial terkait eks HTI, menurut survey yang pernah dilaksanakan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), ada 9,2 % responden Indonesia setuju mengganti NKRI jadi sistem negara khilafah. Angka yang nyaris mendekati 10 % tentu layak menyentakkan kesadaran kita untuk waspada.

Baca juga : Penjelasan Wapres KH Ma’ruf Amin Masalah Larangan Paham Khilafah di Indonesia

Hitungan total tersebut meningkat waktu responden mengetahui HTI. Sokongan mendirikan khilafah melonjak tinggi mencapai 11,2 %, angka ini sama dengan total populasi nasional yang mencapai 8 juta orang. meskipun tidak sedikit pula yang menyokong pembubaran HTI, yaitu 78,4 %. Artinya kisaran 140 juta lebih, penduduk pemilih di Indonesia menyokong pemerintah membubarkan HTI. Dan akhirnya HTI sukses dibubarkan.

READ  Janji Setia Jinpinng-Putin, Rusia Akan Hajar Amerika Kalau Nekat Serang China

Mengenal Sekelumit Periode Khilafah

Terkait konsep khilafah, di era modern ini belum ada negara yang mengusung konsep khilafah tersebut. Sebab konsep Khilafah ini bukanlah sesuatu yang disepakati oleh semua ummat Islam di 23 negara Muslim di semua dunia. Akan tetapi kenapa sebagian kecil orang Indonesia begitu menggebu-gebu ingin merubah NKRI jadi negara Khilafah?

Ini mungkin sebab kurangnya pengetahuan soal khilafah tersebut. Sebab sejarah menulis bahwa konsep khilafah ini ada 2 periode. Periode ke-1 ialah khilafah selaku penerus ajaran Nabi Muhammad SAW yang diisi oleh para Khulafa ar-Rasyidin seperti Khalifah Abu Bakar as-Siddiq, Khalifah Umar Al-Khattab, Khalifah Ustman Bin Affan, Khalifah Ali Bin Abi Thalib, ditambah 2 kepemimpinan dari Sayyidina Al Hasan Bin Ali dan Al Husein Bin Ali.

Masa berlakunya khilafah periode ke-1 ini selama kira-kira 30 tahun. Disebut juga selaku Khilafah al-Rasyidah sebab posisi mereka selaku shahabat Nabi yang memperoleh petunjuk. Dan sungguh ada pesan dari Nabi untuk mentaati para Khalifah al-Rasyidah ini.

Baca juga : Hukuman Bagi ASN Terlibat Ideologi Khilafah Akan Diberhentikan Tidak Hormat

Sementara pada khilafah periode ke-2 diawali dengan berdirinya Khilafah Bani Umayyah yang berpusat di Syiria, tepatnya di kota Damaskus. Khilafah ini lahir 89 tahun sesudah era Khulafah ar-Rasyidah selesai. Berdirinya Khilafah yang dipimpin oleh Mua’wiyah bin Abi Sufyan ini lahir dari cara licik Mua’wiyah yang memfitnah Sayyidina Ali Bin Abi Thalib Ada di balik Perkara terbunuhnya Sayyidina Ustman Bin Affan dan menghabisi Sayyidina Al Hasan dan Al Husein untuk merebut tampuk kekuasaan khilafah.

READ  Relawan Joko Widodo ke Rizal Ramli - Fadli Zon Masalah Buzzer Sampah

Khilafah era ke-2 ini dipimpin ke-1 kali oleh Mu’awiyah bin Abu Sufyan (tahun 40-64 H/661-680 M) dan distop oleh Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam (tahun 127-133 H/744-750 M). Pada masa ini Adalah masa peralihan dari pemerintahan khalifah Khulafa ar-rasyidin yang bersifat demokratis berubah ke sistem pemerintahan monarchi heredities atau sistem kerajaan yang turun temurun pada keluarganya.

Sistem khilafah monarki ini terus berlanjut sampai kerajaan Islam dipegang oleh Turki Ustmani pada 699 H/1299 M yang dipimpin oleh Ustman I dan lantas dikenal selaku dinasti Ustmaniyah. Dinasti memerintah sampai 1342H/1924M dengan khalifah terakhir yaitu Abdul Hamid II.

Di sinilah tampak perbedaan, walaupun sama-sama berdasar konsep khilafah, akan tetapi khilafah di masa Khulafa ar-rasyidin tak sama dengan Khilafah di periode ke-2 yang diawali semenjak Mu’awiyah memimpin. Di masa Khulafa ar-rasyidin, khalifah itu ditunjuk selaku pemimpin ummat Islam di semua dunia yang meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW dengan sistem pemerintahan yang demokrastis.

Baca juga : Pesan dari Yaman : Kalau Bendera Hitam Mulai Tersebar di Negara Anda semua, Pertanda Awal Seluruh Kekacauan

Tapi khalifah periode ke-2 yang diawali dari khilafah Bani Umaiyyah ini, mereka menjadikan khalifah itu selaku seorang pemimpin negara dan kepemimpinannya ditunjuk secara turun temurun seperti yang sekarang dilanjutkan oleh kerajaan Arab Saudi dengan sistem pemerintahan monarchi heredities.

READ  Mereka Memangkas Beasiswa Bidikmisi Danai Aktifitas HTI - Warta Batavia

Para Eks HTI Mau Khilafah Yang Mana?

Kalau dilihat berdasar sejarah khilafah juga, HTI dan aktivis pro khilafah terkesan abu-abu ingin menjadikan Indonesia berdasar Khilafah di periode yang mana?

Kalau yang ke-1, telah ada sistem demokrasi di Indonesia. Sementara periode ke-2 akan susah diterima di Indonesia, sebab telah terbukti bahwa sistem kerajaan tidak sanggup untuk menyatukan bangsa. Jadi telah gamblang ke-2 periode khilafah tersebut amat tak sama walaupun sama-sama berbasis agama Islam.

Jadi amat tidak mungkin konsep khilafah diterapkan di Indonesia, sebab landasan Pancasila dan slogan NKRI telah mendarah daging di Indonesia. Pancasila juga dapat merangkul persatuan bangsa untuk keutuhan NKRI sebab sistem politiknya yang menjadikan negara berdasar pada kesamaan bangsa dan sejarah bukan sebab kesamaan agama.

Baca juga : PCNU Kota Cirebon Laporkan Ketua DPRD, Buntut Penghapusan Khilafah

Jadi, marilah kita membuka mata dan akal sehat untuk kehidupan yang makin damai di masa depan. Dan, yuk bersama-sama kita tolak KHILAFAH dengan menjelaskan: “NKRI Ok, Islam Yes, khilafah No !” (qa/ummatina)

Tolak Khilafah dengan : “NKRI OK, ISLAM YES, KHILAFAH NO !”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *