mantan-menteri-kkp-edhy-prabowo-1_169.jpeg

Total Sitaan KPK di Kasus Suap Ekspor Benur Rp 89,9 M!

Diposting pada

KPK baru-baru ini menyita uang tunai Rp 52,3 miliar terkait kasus dugaan suap ekspor benih atau keripik lobster. Namun, penyidik ​​KPK menyita sejumlah aset lain senilai total Rp 89,9 miliar.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri membeberkan aset yang disita KPK dalam kasus ini. Barang berupa barang mewah, barang elektronik, kendaraan, uang tunai, perhiasan, dan properti berupa rumah dan villa.

“Jadi 37,6 miliar rupee disita dalam bentuk aset yang disebutkan di atas dan hari ini uangnya 52,3 miliar rupee,” kata juru bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan Gedung Merah, Senin. Dan Bianca dari KPK, Jakarta (15/3/2021).

Ali mengatakan KPK juga telah memeriksa ratusan saksi dalam mengusut kasus ini. Adapun update penanganan kasus ini, tim penyidik ​​KPK memeriksa 115 saksi dalam kasus ini, ”ujarnya.

Dalam kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster, KPK telah menunjuk tujuh tersangka, termasuk mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Enam orang lainnya adalah Safri sebagai mantan staf khusus Edhy Prabowo, Andreau Pribadi Misanta sebagai mantan staf khusus Edhy Prabowo, Siswadi sebagai manajer PT Aero Citra Kargo (PT ACK), Ainul Faqih sebagai staf istri Edhy Prabowo, Amiril Mukminin sebagai sekretaris pribadi Edhy Prabowo, serta seorang bernama Suharjito sebagai direktur PT DPP.

Baca Juga :  [Berita Gambar] Pasukan Israel Menyerang Gaza dan Menembakkan Gas Air Mata ke Rumah Sakit di Tulkarem

Dari total nama tersebut, hanya Suharjito yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap, sisanya ditetapkan KPK sebagai penerima suap.

Singkatnya, PT DPP merupakan salah satu eksportir benih ikan potensial yang diduga memberikan uang kepada Edhy Prabowo melalui sejumlah pihak, termasuk dua jajarannya. Untuk ekspor kentang goreng, Edhy Prabowo akan mengatur seluruh eksportir melalui PT ACK sebagai perusahaan pelayaran dengan tarif angkutan Rp 1.800 per kapita.

Dari nama-nama tersangka di atas, Suharjito saat ini sedang diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta. Ia dituding membayar uang suap kepada Edhy Prabowo senilai 2,1 miliar rupee terkait ekspor kentang goreng.

“Terdakwa Suharjito telah melakukan beberapa perbuatan yang memiliki keterkaitan yang harus dilihat sebagai perbuatan yang berkelanjutan, yaitu memberi atau menjanjikan sesuatu, atau memberikan sesuatu berupa $ 103.000 dan Rp 706.055.440 kepada pejabat atau penyelenggara negara, khususnya Edhy. Prabowo. Selaku Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (Menteri KP RI), “kata Kuasa Hukum KPK Siswandono di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (11/2). [detik.com]

Baca Juga :  Risma Minta Warga Terdampak Longsor Sumedang Direlokasi Malam Ini, 25 Orang Masih Dicari

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *