trenggono-resmikan-tambak-udang-di-karawang-2_169.jpeg

Trenggono Pengin Budi Daya Perikanan RI Seperti Australia, Caranya?

Diposting pada

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan pengembangan subsektor perikanan budi daya menjadi prioritas utama saat ini. Ia mengatakan saat ini banyak negara telah mengandalkan sektor perikanan budi daya dan tidak bertumpu pada hasil tangkapan alam.

“Jadi kenapa saya bilang kita harus kembangkan budi daya, di luar negeri seperti itu. Australia, Norwegia, Jepang juga Vietnam sektor perikanan budi dayanya sudah berkembang. Mereka bisa, kita juga harus bisa,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (8/1/2021).

Salah satu cara untuk mendorong produksi perikanan budi daya ialah dengan mengoptimalkan unit pelaksana teknis (UPT) KKP, khususnya yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB). Ia telah meninjau aktivitas produksi di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya Karawang yang merupakan UPT DJPB, kemarin. Ia juga dengan 15 kepala UPT DJPB dari seluruh Indonesia, didampingi oleh Dirjen PB Slamet Soebjakto.

Dalam pertemuan itu, Trenggono menginstruksikan skema kerja UPT ke depan tidak sebatas melayani masyarakat tapi juga menjadi unit bisnis yang melahirkan keuntungan bagi negara. Baik itu dari kegiatan budi daya seperti udang, ikan dan rumput laut, lalu penjualan pakan maupun benih sehingga PNBP yang dihasilkan lebih banyak dari sebelum-sebelumnya. Ia pun meminta jajarannyadi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) segera merealisaikan hal tersebut tersebut.

Baca Juga :  Trump Terbukti Bersalah, Jangan Terlalu Agungkan Kebijakan AS!

“Kita harus bergerak membangun kampung-kampung budi daya, misal Kampung Nila, Kampung Lele, Kampung Udang, penamaannya disesuaikan saja dengan komoditas apa yang paling dominan di tempat tersebut,” ujarnya.

Pembangunan sentra budi daya ini harus dibarengi dengan hitungan ekonomi dan sosial yang matang. Dia juga mengarahkan supaya pembangunan sentra budi daya ini melibatkan pemerintah daerah.

Trenggono menambahkan pembangunan sentra budi daya ini merupakan sumber ekonomi baru yang ramah lingkungan. Kegiatan di dalamnya bukan hanya budi daya, tapi juga aktivitas jual beli, kuliner, bahkan wisata.

“Perlu membangun sumber-sumber ekonomi baru (di sektor kelautan dan perikanan melalui perikanan budi daya) karena sumber daya alam bisa habis bila terus dieksplorasi. Dan setiap melakukan sesuatu itu harus ada nilai tambahnya, untuk kesejahteraan masyarakat, juga untuk negara,” terangnya. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *