Tujuh Metode Belajar Al-Qur’an Menurut Ketua JQHNU Jabar – Aspiratif News

Tujuh Metode Belajar Al-Qur'an Menurut Ketua JQHNU Jabar
Views: 1543
Read Time:2 Minute, 21 Second

Tujuh Metode Belajar Al-Qur’an Menurut Ketua JQHNU Jabar – Aspiratif News

Tasikmalaya, Aspiratif News

Dalam mempelajari Al-Qur’an, Ada tujuh tahapan yang hendaknya dilalui oleh saban orang yang akan belajar. alasannya, dengan tujuh metode ini akan mempermudah seseorang dalam memahami Al-Qur’an.


Hal seperti ini disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Jam’iyatul Qurra’ Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Jawa Barat, KH Cecep Abdullah Syahid, dalam acara Diklat Wawasan Kebangsaan SaDeSHa (1 Desa 1 Hafizh). Diklat yang digelar di hotel Santika Kota Tasikmalaya itu Diplaningkan 3 hari, Sabtu-Selasa, 19-21 Juli 2020.


Dalam materinya, kiai Cecep menyampaikan tujuh metode pembelajaran Al-Qur’an. “Di antaranya yaitu Talfidzul Huruf, Tahaji, Mushaful Mu’allam, Mushaful Murattal, Mushaful Mujawwad, Tahfidzul Qur’an, dan Qiraatus Sab’i,” ungkapnya, Senin (20/7).

menurut dia, Talfidzul Huruf (melafalkan huruf) Ialah metode yang ke-1 kali wajib Dilakukan oleh seseorang yang akan belajar Al-Qur’an. Kecuali itu, di dalam metode ini dibicarakan hukum-hukum mengucapkan huruf (makharijul huruf) yaitu dengan cara mengucapkan huruf sesuai makhraj dan sifatnya. 

READ  Definisi Wali Allah dalam Kajian Tasawuf - Aspiratif News


Metode ke-2, lanjut kiai Cecep, ialah Tahaji (melafalkan huruf beserta harakat yang menyertainya secara rinci). Biasanya, metode ini diterapkan oleh para kyai kampung ke para santrinya dengan ejaan Persia (contoh ba sin mati kasrah ‘bis’ mim kasrah mi ‘bismi’).

 

Baca juga: Diklat Peserta ‘Desa 1 Hafizh’, Wujud Sinergi JQHNU dengan Pemprov Jabar


Metode ketiga, Mushaful Mu’allam (membaca dengan penekanan pada huruf beserta dzat dan sifatnya). Maksudnya, kata kiai Cecep, dalam membaca saban kalimat dalam Al-Qur’an haruslah dengan rasa ghirah dengan full kehati-hatian.


Hal ini bermaksud untuk memantapkan dalam melafalkan kalimah atau ayat Al-Qur’an. 

“Metode ke-4, Mushaful Murattal. Dengan metode ini, seseorang yang akan belajar Al-Qur’an wajib mengetahui dan memahami di mana tempat berhenti dan memulai bacaan Al-Qur’an,” terangnya.

 

Metode kelima, lanjut kiai Cecep, Mushaful Mujawwad. Metode ini dikhususkan bagi pelajar atau santri yang mempunyai minat atau bakat dalam olah seni dan suara Al-Qur’an. Biasanya Dilakukan oleh para Qari’ dan Qari’ah. 

READ  Resep Teri Kacang Balado Pedas Mantap - Warta Batavia


Metode keenam, Tahfidzul Qur’an. Dalam materinya, kiai Cecep tidak membahasnya secara spesial. Sebab, akan ada materi spesial untuk metode itu. Metode ketujuh, yaitu Qiraah Sab’i. “Jikalau ingin mempelajari Al-Qur’an, wajib mempelajari tahapan pada saban tingkatan metode yang telah dipaparkan,” tandasnya.

 

Acara ini Ialah kerja sama antara pemerintah provinsi Jawa barat dengan PW JQHNU Jawa Barat sebagai pembekalan dalam penempatan para hafidz yang telah ditugaskan di desanya masing-masing.


Dalam acara ini, dilengkapi juga dengan materi Wawasan Kebangsaan Kealquranan serta keislaman. Dengan pendidikan dan pelatihan (Diklat) ini, diinginkan peserta yang notabene para hafizh hafizhah tidak melenceng dari NKRI.


Kontributor: Siti Aisyah

Editor: Musthofa Asrori

Tujuh Metode Belajar Al-Qur’an Menurut Ketua JQHNU Jabar – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *