Connect with us

Opini

Meminimalkan Risiko di Negeri Rawan Tsunami

Published

on

ilustrasi-ombak-besar

Tsunami adalah fenomena bencana alam yang sangat merusak dan bersifat masif. Tsunami berasal dari bahasa Jepang yaitu tsu artinya pelabuhan dan nami artinya gelombang besar. Jaman dulu pernah terjadi gelombang sangat besar yang melanda pelabuhan-pelabuhan di Jepang sehingga orang-orang kalai itu Tsunami.

Tsunami merupakan gelombang yang bergerak dengan cepat di laut selama beberapa jam dan melanda pesisir dengan sedikit peringatan.

Tsunami Aceh atau Indian Ocean Tsunami (9,3 Mw) yang terjadi pada 26 Desember 2004 merupakan Tsunami paling fenomenal dalam beberapa dekade ini karena menelan korban jiwa dan kerugian sangat besar. Dampaknya sangat luas meliputi sebagian besar wilayah Asia (Indonesia, Thailand, Myanmar, India, Srilanka dan Malaysia) hingga Afrika (Maldives).

Tsunami biasanya diawali oleh gempa bawah laut yang cukup kuat. Gempa laut yang mencirikan tsunami rata-rata terjadi di dasar laut dalam, memiliki magnitudo >7 SR, hiposentrum <100 km, berada di jalur tumbukan lempeng tektonik, jarak episentrum dari pesisir terdekat radius 200 km dan terjauh 1000 km.

Advertisement

Indonesia merupakan kawasan rawan tsunami karena berada di jalur tumbukan lempeng tektonik aktif yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Filipina. Kawasan Indonesia yang termasuk rawan tsunami yaitu Sumatera, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara, Maluku, Bali dan Jawa.

12 indikator kesiapan tsunami

Lempeng tektonik aktif umumnya berada di kedalaman perairan samudera. Contoh, Tsunami Mentawai, 25 Oktober 2010 yang terjadi di jalur tumbukan lempeng tektonik Eurasia dengan Indo Australia, perairan Samudera Hindia, barat Sumatera Barat. Tsunami Mentawai dipicu oleh gempa berkekuatan 7,8 Mw pada koordinat 3,29 LS dan 100,7 BT dengan episentrum 20,6 km. Arrival time Tsunami Mentawai tergolong sangat cepat yaitu 7 menit. Nelayan dan masyarakat pesisir terutama pulau-pulau kecil mengalami kerugian yang cukup besar.

See also  3 Langkah Menyikapi Dugaan Kebocoran Data

Bencana alam memang sulit untuk dihindari namun hanya dapat diminimalkan risikonya. Oleh karena itu, Pemerintah mencoba meminimalkan risiko dengan cara menyiapkan sarana siaga tsunami seperti pemasangan alat peringatan awal tsunami seperti buoy, tide gauge, seismometer, radar, sensor dan lain-lain. Selain itu juga prasarana seperti papan peringatan dan peta rawan tsunami, material edukasi, latihan atau simulasi, shelter dan jalur evakuasi disediakan di lokasi-lokasi rawan tsunami.

Kurangnya kewaspadaan, pengetahuan dan kesiapan masyarakat akan bahaya tsunami menyebabkan besarnya kerugian akibat tsunami. Untuk membantu kesiapan masyarakat menghadapi tsunami, UNESCO-IOC menetapkan 12 indikator kesiapan tsunami, yaitu tools atau hal-hal yang wajib dilakukan masyarakat di area rawan tsunami

Adapun  12 indikator kesiapan tsunami UNESCO-IOC, yaitu:

Advertisement

1. Peta rawan bahaya tsunami

2. Data jumlah orang di area rawan tsunami

3. Papan info gempa dan tsunami untuk publik

4. Data inventarisasi sumberdaya ekonomi, infrastruktur, politik dan sosial

5. Peta evakuasi tsunami

Advertisement

6. Materi edukasi dan kesiapan gempa dan tsunami untuk publik

7. Agenda/jadwal rutin edukasi gempa dan tsunami untuk publik

8. Agenda/jadwal rutin latihan evakuasi

9. Rencana Operasi Darurat Tsunami

10. Manajemen Rencana Kedaruratan

Advertisement

11. Alat penerima info gempa dan peringatan awal tsunami (24/7 BMKG)

12. Alat penyebarluasan info gempa dan peringatan awal tsunami (24/7 BMKG atau BNPB/BPBD)

 

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *