Nakes-a-696x392.jpg

Ultra Kanan dan Kapitalisasi Isu Covid 19

Diposting pada
Ilustrasi

Beberapa kali saya kedatangan tamu yang belum sy kenal ( antara lain dokter ) dibawa oleh oleh para sahabat yang biasa silaturahmi. Tamu tamu yang belum sy kenal tsb menerangkan soal Covid 19 dari perspektive yang bertolak belakang dengan pendapat umum. Intinya bhw Covid 19 itu konspirasi elit dunia ( khususnya kaum eluminasi ) untuk membunuh / mengurangi jumlah umat manusia. Oleh karena itu para tamu tsb menganjurkan saya agar jangan memakai masker, menolak vaksin , tidak mematuhi pro- kes dan sejenisnya.

Tentu saja saya menolak pandangan tersebut krn bertentangan dengan penalaran saya. Pandangan para tamu tidak diundang tersebut paralel atau mirip dengan sikap mantan Presiden Trump yang menolak masker dan selalu berbeda pendapat dengan Direktur Pusat Riset Penyakit Penular Amerika Serikat Dr Anthony Fauci yang menganjurkan masyarakat utk jaga jarak dan memakai masker.Sebaliknya mantan Presiden Trump menolak masker dan baru mau memakai setelah berkunjung ke pangkalan militer AS yang mensyaratkan pemakaian masker.

Sikap dan kebijakan Kontroversial Trump tersebut berdampak luas, rakyatnya mengabaikan pro- kes dengan akibat yang luar biasa “ lebih sekitar 29 juta warga AS positip Corona dan 400 ribu lebih meninggal”. Beberapa negara lain yang mengalami bencana Corona yang relatip besar adalah ; Brazilia ( 10, 5 jt positip meninggal ( M) 250, 4 ribu ), Italia ( 2,9 jt positip, 297 ribu M, Perancis ( > 3,7 jt positip , 86:3 ribu M ) , Jerman ( positip 2,4 jt dan 70 ribu M ).

Baca Juga :  Alhamdulillah! Jerman Resmi Larang Kelompok Radikal Salafi, Wahabi dan Khilafah

Kalau dicermati di negara- negara tersebut, kampanye negatip ttg Corona relative massive karena di negara negara tersebut aktivis Ultra Kanan cukup kuat. Sebagai contoh pendukung Ultra Kanan di Brazilia mempunyai hubungan politik yang erat dg Presiden Bolsonaro dan di AS, Ultra Kanan mampu mempengaruhi policy Pres Trump ttg penanganan Covid 19, rasialisme, Climate Change dan Islam poby.

Ultra Kanan sering juga disebut Ultra Nasionalis / Nasionalis sempit, Ultra Liberal, Fasis. Dalam konteks yang lebih sempit istilah Ultra Kanan biasanya digunakan utk menyebut golongan reaksioner atau konservatip dalam suatu partai atau sistem politik – ideologi politik. Gerakan itu lahir pada akhir abad 19 dan menjadi faktor pemicu meletusnya PD II (Hitler dan Musolini ). Ultra Kanan marak kembali mengambil momentum insiden peledakan WTC 11 september 2001 yang antara lain melahirkan gerakan Ismamophoby di berbagai negara.

Tampaknya Ultra Kanan memanfatkann momentum Covid 19 utk merebut opini dunia dengan melakukan kapitalisasi diseluruh dunia dengan tujuan mengendalikan globalisasi demi keuntungan mereka, Barangkali banyak dari elemen bangsa kita yang tidak menyadarinya shg terpengaruh ikut berkampanye anti kebijakan pencegahan thd Corona 19.

Baca Juga :  Tangkap Terduga Teroris di Tulungagung, Densus 88 Temukan Sajam dan Dua Pucuk Pistol

Kalau tidak diwaspai, kecendrungan Ultra Kanan bukan hanya mempengaruhi langkah pencegahan Covid , tetapi juga dapat mengancam toleransi beragama, multirasialisme dan persatuan seperti yang terjadi akhir ini dengan maraknya adu domba antar agama dan suku.

Kiai As’ad Said Ali

Sumber: https://www.facebook.com/asad.saidali/posts/3776605882417050

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *