Usaha NU Mengelola Bagian Kelautan dan Perikanan – Aspiratif News

Views: 11
Read Time:4 Minute, 6 Second

Usaha NU Mengelola Bagian Kelautan dan Perikanan – Aspiratif News

Semenjak Presiden Abdurrahman Wahid membentuk kementerian yang secara spesial menangani bagian kelautan dan perikanan pada tahun 1999 yang waktu itu bernama Departemen Eksplorasi Laut, secara berangsur, isu-isu kemaritiman makin memperoleh perhatian publik.  Waktu ini bahkan telah Ada menteri koordinator bagian maritim dan yang digabung dengan bagian investasi. 


Bagian kelautan dan perikanan juga telah jadi isu publik yang cukup mengemuka yang seringkali menimbulkan kontroversi seperti soal keputusan taktik ekspor bibit lobster, pemanfaatan cantrang, penenggelaman kapal asing, impor garam, dan lainnya. Isu-isu terkait dengan bagian maritim menyangkut kepentingan banyak pihak seperti kepentingan ekonomi dan lingkungan; pihak nelayan kecil dan besar; asing dan nasional; dan kepentingan lain yang kadang kala bertentangan. 


Indonesia dapat mencontoh negara lain yang berhasil mengelola bagian maritimnya seperti Jepang atau Norwegia. Mereka menerapkan keputusan taktik berkelanjutan yang mempertimbangkan aspek ekonomi sekaligus kelestarian. Norwegia memperoleh tentangan dari nelayan dan negara tetangganya tatkala menerapkan keputusan taktik penangkapan hasil laut secara ketat, tapi dalam jangka panjang, hasil tangkapan ikannya meningkat drastis sesudah sebelumnya dieksploitasi habis-habisan. Sayangnya di Indonesia, keputusan taktik tergantung pada menteri yang tengah menjabat. Tatkala menteri berganti, keputusan taktik baru digulirkan sehingga tidak ada kesinambungan. 


Kesadaran bahwa Indonesia Ialah negara maritim sudah ditanamkan semenjak dini pada anak kecil,  tapi sekalipun sudah ada kemajuan keputusan taktik negara masih jauh dari memadai daripada kemungkinan yang ada. Akibatnya, mereka yang menekuni bagian maritim masih jadi pihak marginal. Banyak nelayan masih hidup dalam kemiskinan sejauh hidup mereka, yang dilanjutkan oleh generasi seterusnya sehingga menciptakan lingkaran syetan kemiskinan yang tidak berujung pangkal. Tanpa usaha intervensi yang lebih baik dari pemerintah, pihak ini akan mengalami kerepotan membenahi kehidupannya. 

READ  Memahami Karateristik Surat Lukman


Dalam usaha memperhatikan bagian perikanan dan kelautan, Nahdlatul Ulama telah membentuk badan otonom baru, yaitu Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) sebagai organisasi yang memayungi para nelayan dan pelaku usaha bagian maritim NU. Organisasi baru ini Ialah amanat muktamar ke-34 NU di Jombang 2015. Ada banyak problem berkait bagian ini yang menyangkut hajat hidup jutaan orang yang bergerak dalam bidang tersebut yang Penting memperoleh perhatian. 


Membenahi kehidupan nelayan ini akan jadi bagian amanat yang wajib Dilaksanakan oleh SNNU. Para nelayan hidup dalam kemiskinan bukan karena mereka malas, tetapi negara abai untuk bagian ini. Sebagai contoh, dari total anggaran negara 2020 hasil revisi, jumlahnya sebesar 2.613,8 triliun. Akan tetapi, anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2020 cuma 4,6 triliun dari sebelumnya 6,47 triliun yang dipotong karena Covid-19. Hitungan total ini bahkan mengalami penurunan dari anggaran tahun sebelumnya yang mencapai 11 triliun. Jika dibandingkan dengan anggaran yang dialokasikan ke Kementerian Pertanian, apa yang diperoleh KKP amat njomplang karena Kementerian Pertanian memperoleh anggaran sebesar 21,05 triliun, yang kemudian direvisi jadi 14,04 triliun karena Covid-19.

READ  Saya Tidak Takut Apapun Kecuali Hukum Allah


Besaran anggaran ini mempertunjukkan negara belum berpihak pada bagian perikanan dan kelautan. Bagian ini tidak akan sanggup melakukan percepatan untuk dapat setara, apalagi melampaui sektor-sektor lainnya. Jika keberpihakan negara masih minimal, kesejahteraan para nelayan belum akan banyak berubah sebagaimana dicita-citakan. Kemungkinan kelautan yang amat besar cuma teronggak atau dikeruk oleh pihak asing. Konsolidasi pemangku kepentingan di bagian maritim akan menaikkan daya tawar untuk memotivasi perhatian negara di tahun-tahun seterusnya sehingga mencapai posisi yang setara atau bahkan lebih baik untuk mengejar ketertinggalan karena sudah sekian lama tidak memperoleh perhatian.  


Ada banyak peran lain di luar advokasi keputusan taktik yang lebih ramah pada bagian maritim yang sanggup dijalankan oleh SNNU. Salah satunya ialah sebagai wahana pembelajaran. Ada banyak pengetahuan yang selama ini cuma diketahui secara terbatas oleh para ahli di kampus-kampus yang mempunyai jurusan perikanan dan kelautan. Dengan melakukan diseminasi ke pelaku bagian usaha perikanan, maka akan ada banyak perbaikan. Sedemikian pula, terobosan teknologi terus berkembang di bagian perikanan dapat diserap dengan cepat jika ada pihak yang menjembatani pemanfaatannya.

READ  Suluk Nasional MATAN 2020 di Makassar Akan Dihadiri 2000an Peserta


Selanjutnya, dengan terbentuknya badan otonom ini, maka  para pemangku kepentingan nelayan di lingkungan NU dapat berdiskusi dan bermacam ide pengembangan bagian maritim. Tradisi kumpul-kumpul yang selama ini sudah dikerjakan dapat terkondolidasi jadi sesuatu yang lebih produktif untuk kepentingan bareng.

Tidak mudah untuk menuntaskan bermacam problem yang ada di bagian maritim, tapi organisasi ini  Ialah langkah baru dari sebuah perjalanan panjang NU dalam bidang kemaritiman. Pembuatan badan spesial ini membikin bagian ini ditangani secara spesial oleh orang-orang yang mempunyai minat, keahlian, atau  berkecimpung di bidang itu. Dengan seperti ini, hasilnya akan lebih maksimum dibandingkan jika cuma jadi bagian dari badan otonom lainnya.


Skala prioritas yang baik sesuai dengan tantangan organisasi akan dapat menuntaskan bermacam problem secara berangsur.  Prioritas ke-1 tentunya ialah membentuk kepengurusan SNNU di tingkat wilayah dan cabang di seluruh Indonesia. Pemilihan pengurus yang cepat akan menentukan keberhasilan organisasi karena merekalah yang nantinya akan menggerakkan organisasi. Dengan optimisme, kita percaya apa yang akan dikerjakan oleh para aktivis NU di bidang maritim akan sanggup memberi dampak besar pada bagian kelautan dan perikanan. (Achmad Mukafi Niam)

Usaha NU Mengelola Bagian Kelautan dan Perikanan – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *