Usaha Sarung Batik Pekalongan Kembali Bergeliat di Tengah Pandemi Covid-19 – Aspiratif News

Usaha Sarung Batik Pekalongan Kembali Bergeliat di Tengah Pandemi Covid-19
Views: 2885
Read Time:2 Minute, 27 Second

Usaha Sarung Batik Pekalongan Kembali Bergeliat di Tengah Pandemi Covid-19 – Aspiratif News

Pekalongan, Aspiratif News

Pasar ‘Sarung Batik’ yang booming semenjak setahun terakhir sempat mengalami kelesuan produksi dan penjualan semenjak adanya pandemi Covid-19. Tetapi secara perlahan, usaha rumahan yang digeluti oleh kebanyakan warga NU Pekalongan ini kembali bergairah seiring banyaknya pesanan dan permintaan dari kalangan pesantren.


Pemilik rumah produksi sarung batik, H Mastur Jazuli, membenarkan bahwa adanya pandemi Covid-19 cukup berimbas untuk penjualan sarung batik produksinya. Tetapi, pihaknya optimis di era adaptasi kebiasaan baru (new normal) ini sarung batik Pekalongan akan kembali gencar diburu penduduk khususnya pembeli dari luar kota.


“Di era new normal ini sedikit untuk sedikit permintaan sudah mulai ada peningkatan dibandingkan pada waktu adanya Covid-19. Di mana kendalanya kami ada keterbatasan pengiriman ke luar daerah dan langkanya bahan baku,” ungkapnya.


Dalam sehari, lanjut dia, pihaknya dapat memproduksi 2 kodi, dan permintaan biasanya kebanyakan Datang dari kalangan pesantren di daerah Kudus dan kota/kabupaten di Jawa Timur.

READ  KPU Butuh Waktu Lebih untuk Perbaiki Respon di Sidang MK


Bergairahnya usaha produksi sarung batik disambut gembira oleh Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz. Pihaknya berkeinginan, produksi dan penjualan ‘Sarung Batik’ karya warga Kota Pekalongan dapat kembali bergairah sesudah sempat terjadi kelesuan produksi dan penjualan akibat Covid-19.


“Alhamdulillah, sesudah kami menyaksikan langsung proses pembuatan batik sarung di rumah H Mastur Jazuli, Pringlangu Gang 8, aktifitas produksi kembali berjalan. Tentu ini amat menggembirakan kita semua,” ujarnya untuk Aspiratif News, Sabtu (18/7).


Dikatakan, sarung produksi rumahan yang diproduksi warga NU dapat jadi ikon Kota Pekalongan sebagai Kota Batik. Bermacam usaha telah ditunaikan, termasuk seluruh ASN, pegawai BUMD, BUMN, dan lembaga swasta lainnya di Kota Pekalongan telah diharuskan mempergunakan sarung batik saban Jumat.


“Pemkot Pekalongan sendiri telah menggagas pemakaian sarung batik tersebut semenjak 2018 lalu. Mengingat, pakai sarung batik Ialah budaya penduduk Pekalongan tempo dulu serta tradisi yang wajib terus dihidupkan dari generasi ke generasi,” tegasnya.


Menurut Saelany, sarung batik juga sebagai bagian dari usaha Pemkot Pekalongan untuk mempertahankan predikat ‘Kota Kreatif’ dari yang diberikan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang disandang Kota Pekalongan.

READ  Semenjak Remaja, Syekh Nawawi Al Bantani Mempunyai Karomah Luar Biasa - Warta Batavia


“Cukup bagus dan memperlihatkan Kemajuan yang luar biasa di mana pamor sarung batik dapat kembali menggeliat di Kota Pekalongan, meski sempat mengalami kelesuan akibat Covid-19,” terangnya.


Dikatakan, dengan diluncurkan sarung batik ini berdampak luar biasa untuk perekonomian Kota Pekalongan.


“Sungguh ini ada siklusnya. Waktu awal diluncurkan sarung batik ini booming luar biasa. Banyak pesanannya dari luar daerah. Tetapi, tatkala merebak pandemi Corona sedikit agak lesu karena para perajin sempat vakum berjualan beberapa bulan,” terangnya. 


Akan tetapi, lanjut dia, sekarang dengan adanya kelonggaran dan tetap patuhi protokol kesehatan, penjualan sarung batik Pekalongan mulai bangkit kembali dan mengalami peningkatan. “Terlebih lagi sudah dimulainya aktivitas belajar para santri di pondok,” pungkasnya.


Pewarta: Abdul Muiz

Editor: Musthofa Asrori

Usaha Sarung Batik Pekalongan Kembali Bergeliat di Tengah Pandemi Covid-19 – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *