risma-1_169.jpeg

Usai Blusukan, Risma dan Jajaran Rapat Bahas Penanganan Pemulung

Diposting pada

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) blusukan menemui pemulung dan gelandangan di bantaran Kali Ciliwung yang berada di belakang Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta Pusat. Usai blusukan, Risma dan jajaran langsung berkonsolidasi untuk membahas penanganan pemulung dan gelandangan.

“Jadi yang kalau untuk rumah tinggalnya kita belum tahu nanti sejauh seperti apa gitu. Jadi memang ibu (Risma) belum secara lebih gamblang. Mungkin nanti kita sambil berjalan proses, mungkin ibu udah konsolidasiin soalnya dengan para Eselon 1 kita,” kata Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kementerian Sosial Herman Koswara saat dihubungi, Senin (28/12/2020).

Saat kunjungannya tadi, Risma sempat menawarkan tempat tinggal kepada sejumlah pemulung dan gelandangan. Namun Herman belum bisa membeberkan detail rencana pemberian tempat tinggal bagi pemulung itu.

“Nah kalau untuk rumah tinggal itu terkait dengan program ATENSI pemulung. Yang jelas memang mungkin pemulung juga bagian dari yang harus diperhatikan,” ujar Herman.

Selain itu, Risma sempat mengunjungi Balai Rehabilitasi Sosial di Bekasi. Risma ingin melihat langsung pelayanan yang diberikan kepada gelandangan dan pengemis.

Baca Juga :  [Video]: Drone Israel Terjatuh ketika Digunakan untuk Membubarkan Massa Demonstran Palestina

“Dalam rangka dia melakukan peninjauan karena itu adalah UPT (Unit Pelaksana Teknis) kita yang memberikan pelayanan langsung sebagai shelter bagi gelandangan dan pengemis. Itu satu-satunya UPT kita yang menangani untuk shelter gelandangan dan pengemis yang ada di Bekasi,” ujar Herman.

Herman menjelaskan Risma saat ini tengah fokus melihat sarana dan prasarana yang dimiliki Kemensos. Risma juga, kata Herman, ingin memastikan fasilitas yang dimiliki Kemensos itu bermanfaat bagi masyarakat.

“Kalau untuk program beliau mungkin kelihatannya paling tidak ingin melihat sarana-prasarana yang dimiliki. Dan kebetulan itu balai rehabilitasi, mungkin sarana rehabilitasi sosialnya seperti apa, standar pelayanan rehabilitasi yang dimiliki juga seperti apa,” jelas Herman.

“Terus objective goal dari proses rehabilitasi yang dilakukan terhadap penerima manfaat juga seperti apa, gitu. Jadi lebih istilahnya beliau intinya melakukan sebuah pemotretan langsung gitu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Risma blusukan ke bantaran Kali Ciliwung yang berada di belakang Kemensos, pagi tadi. Risma menemui sejumlah pemulung dan gelandangan.

Risma awalnya mendatangi Jalan Pramuka Sari II. Di sana Risma berbincang-bincang dengan seorang pemulung beserta istrinya, yang sedang melakukan aktivitas sambil mendorong gerobak.

Baca Juga :  AS Dikabarkan akan Buka Dialog dengan Iran melalui Eropa

Dari dialog tersebut, Risma mengetahui bahwa penghasilan pemulung tersebut hanya Rp 800 ribu per bulan. Sebagian dari penghasilan itu diberikan kepada anak-anak pemulung tersebut yang berada di kampung.

Risma kemudian menawarkan bantuan kepada pemulung tersebut. Dia berjanji akan mencarikan rumah.

“Bapak-Ibu saya carikan ‘rumah’ jadi nggak perlu ada biaya ngontrak. Tetap cari sampah seperti ini. Nanti sampah dari Kementerian Sosial bisa untuk Bapak. Sambil saya ajari usaha. Masa mau terus kayak gini, ya. Mau ya,” ujar Risma, seperti dalam keterangan tertulis, Senin (28/12). [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *