mensos-risma_16928229.jpeg

Usai Rapat Bareng Jokowi, Risma Paparkan Langkah Percepat Penyaluran Bansos

Diposting pada

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) menjelaskan langkah pemerintah untuk mempercepat penyaluran bansos. Ia juga meminta dukungan semua daerah untuk memastikan pemberian bansos berjalan dengan baik.

Hal itu diungkapkan Risma usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (17/3/2021). Risma awalnya menjabarkan tujuan dari 3 program bantuan sosial tersebut.

“Jadi sesuai dengan tujuan program Kementerian Kesejahteraan Rakyat ada 3 program yang terdiri dari BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), PKH (Program Keluarga Harapan) dan BST (Bantuan Sial). BPNT berasal dari 18.800.000 penerima manfaat. Jadi untuk PKH 10 juta keluarga penerima dan BST 10 juta penerima manfaat “, kata Risma.

Risma mengatakan, pihaknya telah mengevaluasi dan memperbaiki data distribusi kesejahteraan. Akibatnya, masih ada data tentang tujuan kepedulian sosial yang belum terpenuhi.

“Saat ini kita bisa temukan bahwa untuk panitia, panitia ini adalah keluarga penerima, oleh karena itu keluarga penerima. Untuk BPNT 13.228.513, lalu untuk PKH 8.907.446, untuk BST keluarga panitia penerima adalah 8.428.327. Jadi ini bukan cukup benar karena ada beberapa daerah yang tidak ada datanya yang sesuai dengan 100% data kependudukan, ada kurang lebihnya yang perlu kita himpun perbaikan datanya, maka kita pekerjakan tenaga kerja bekerjasama dengan daerah kita untuk menerjunkan tenaga percepatan 514 kabupaten. / kota, “kata Risma.

Baca Juga :  Hasil Investigasi Malaysia: Lagu Parodi Indonesia Raya Dibuat oleh WNI!

Mantan Wali Kota Surabaya itu menjelaskan, tim Kementerian Sosial bertugas bekerja sama dengan pihak lain untuk menjangkau warga di pelosok. Hal itu dilakukan, kata Risma, agar data yang dirilis benar-benar akurat.

“Namun, kami ingin komunikasikan, mengingat minimnya data, setelah rapat terbatas dengan presiden dan menteri kami akan puas untuk mencapai tujuan kami. Misalnya ada 18.800.000 BPMT, jadi kami akan memuaskan karena ada Cuma banyak, usulan dari daerah terus untuk penggantian almarhum dan sebagainya, jadi kita masih menunggu usulan dari daerah, ”kata Risma.

Ia juga mengungkapkan, bansos yang belum terpenuhi bisa terealisasi pada akhir bulan ini. Selain itu, Risma juga menyinggung tujuan penyaluran bansos pada April bulan ini.

“Harapan kita di bulan maret kita bisa mewujudkannya di minggu keempat, maret. Begitu juga di bulan maret kita akan sampaikan target bulan april agar masyarakat bisa berbelanja secepat mungkin dan semua orang bisa menggunakan e-money atau channel melalui media. sistem nontunai, kemudian melalui himbara dan PT POS, ”ujarnya.

Baca Juga :  Astaghfirullah! Politikus PKS Terjerat Kasus Pencucian Uang

Makanya untuk daerah dengan 514 kabupaten / kota sudah tersedia datanya untuk kita, jadi bisa dilihat di website Kemensos yang harus diisi secepatnya. Karena kita ingin menghilangkan defisit. minggu terakhir bulan maret termasuk realisasinya di bulan april agar kita bisa segera membantu seluruh warganegara indonesia.khusus untuk daerah terpencil akan kita lakukan secara paralel, tapi kita akan menghimpun data yang sudah masuk kemudian kita akan register dengan mengunjungi daerah tersebut “, lanjut Risma. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *