Usia 7 Tahun, Unusa Diharap Cetak Generasi Berkarakter – Aspiratif News

Views: 21
Read Time:2 Minute, 15 Second

Usia 7 Tahun, Unusa Diharap Cetak Generasi Berkarakter – Aspiratif News

Surabaya, Aspiratif News

Banyak harapan yang disematkan ke Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di usinya yang masuk tahun ketujuh. Salah satunya ialah sanggup melahirkan generasi muda yang mempunyai keahlian serta mempunyai karakter.

 

keinginan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak waktu diminta komentar pada ulang tahun Unusa.

 

“Di usia yang ketujuh ini Unusa akan terus berperan dalam memotivasi tercetaknya generasi muda yang kompeten secara akademik dan berkarakter dalam merestarikan nilai-nilai NU sebagai bagian dari Nahdliyin yang setia ke NKRI,” katanya, Kamis (2/7). 

 

Disampaikan Emil bahwa dengan kelebihan yang dipunyai dan prestasi yang layak dibanggakan, maka kampus kebanggaan warga NU ini akan kompetitif. Bahkan dapat mengantarkan bangsa ini pada persaingan yang ketat.

 

“Unusa dapat membawa bangsa Indonesia jadi bangsa yang mempunyai daya saing di kancah global,” kata eks Bupati Trenggalek tersebut.

READ  Penjualan BBM Pertamina Terpuruk - Aspiratif News

 

Lebih detail Emil Mengingatkan semua civitas akademika Unusa bahwa kreativitas memegang peran amat penting di masa depan. Terlebih waktu menjumpai masa ketidakpastian seperti yang terjadi waktu ini. 

Karena masa depan akan ditetapkan oleh kreativitas. Apalagi waktu ini tengah Ada di momen pandemi Covid-19.

 

“Hendaknya kondisi yang ada dijadikan sebagai ujian bagi civitas akademika Unusa untuk mencari bermacam kreativitas dalam memotivasi peran sertanya dalam masarakat.

 

Unusa legal berdiri pada 2 Juli 2013 dan Ialah penggabungan dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Yayasan RS Islam Surabaya (Yarsis). Jikalau dilihat dari sejarahnya, perjalanan Unusa diawali semenjak didirikannya Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Yarsis pada 1979.

 

Di usia ketujuh pada 2 juli 2020, Unusa telah berkontribusi dalam bermacam terobosan dan pengabdian masarakat. Di antaranya dipercaya Pemprov Jatim melaksanakan program One Pesantren One Product (OPOP). Program prioritas Khofifah-Emil ini berjalan baik berkat kerja sama dengan Pemprov Jatim. 

 

“Pemprov sudah bekerja sama dengan Unusa dalam memotivasi one pesantren one produk,” terang Emil. 

READ  Klarifikasi Habib Ali Aljufri; Kehadiran ke Indonesia Bukan Untuk Hadiri Reuni 212 - Warta Batavia

 

OPOP sendiri Ialah program peningkatan kesejahteraan masarakat berbasis pondok pesantren. Ada 3 pilar sebagai acuan yaitu santripreneur, pesantrenpreneur dan sosiopreneur. 

Dan untuk suksesnya program tersebut, Unusa mendirikan OPOP Training Center dan OPOP Mart yang berlokasi di Kampus B Unusa Jemurasari.

 

Walaupun perayaan hari ulang tahun ketujuh ini Ada di tengah pandemi, Emil berharap Unusa terus memunculkan kreativitasnya untuk berbarengan membangun negeri. “Saya percaya Unusa dapat memunculkan kreativitasnya yang dapat memotivasi peran serta di masarakat,” tegasnya.

 

Emil menerangkan Unusa terus menjalankan tri darma perguruan tinggi mulai dari pendidikan, pemeriksaan dan pengabdian ke masarakat. Dirinya berharap kampus ini terus menciptakan terobosan lain yang dapat dinikmati masarakat secara langsung. “Kami akan terus memotivasi bermacam terobosan dan pengabdian masarakat yang ditunaikan Unusa dengan bermacam-macam terobosan yang dapat berguna bagi masarakat,” pungkasnya. 

 

Kontributor: Ibnu Nawawi

Editor: Aryudi AR

 

Usia 7 Tahun, Unusa Diharap Cetak Generasi Berkarakter – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *