UUD 1945, Konstitusi yang Memuat Ketuhanan Terbanyak di Dunia – Aspiratif News

Views: 9
Read Time:1 Minute, 39 Second

UUD 1945, Konstitusi yang Memuat Ketuhanan Terbanyak di Dunia – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Ialah kitab konstitusi negara Indonesia. Ahli hukum tata negara Jimly Asshiddiqie menyebut bahwa UUD 1945 Ialah konstitusi yang terbanyak memuat kata Tuhan, ketuhanan, agama, keagamaan, dan semacamnya di dunia.

“The most godly constitution in the world is UUD Indonesia,” katanya waktu jadi pembicara kunci pada dialog Syarah Konstitusi: Aktualisasi Ideologi Bangsa Indonesia yang digelar oleh Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masarakat (P3M) pada Rabu (17/6).


menurutnya, tidak ada negara lain yang memuat soal ketuhanan dalam konstitusinya sebanyak Indonesia. “Anda tidak akan mendaptkan teks konstitusi di negara manapun di dunia sebanyak UUD 45 menyebut kata Tuhan dan lain sebagainya,” lanjut Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) itu.


Jimly menerangkan bahwa hubungan negara dan agama di Indonesia seperti hubungan brothership, bukan sekadar pertemanan. Hal itu mengingat kata-kata yang terkait dengan Tuhan, ketuhanan, agama, dan keagamaan banyak ditemukan di dalamnya.

READ  Kyai Dafid Fuadi Diundang Ceramah di Kampung Jin


Sebaliknya, 1 kata Tuhan dalam konstitusi negara Eropa dianggap sebagai sebuah aib. Hal itu kelihatan dari penolakan sejumlah pihak tatkala Angela Markel, Kanselir Jerman, yang Mempublikasikan menerima kata Tuhan masuk dalam konstitusi Uni Eropa atas usulan dari para pendeta.


“Sampai abad 21 alam pikiran yang membikin agama dan negara tuh jauh itu masih tumbuh,” kata Ketua Mahkamah Konstitusi 2004-2008 itu.


Sementara itu, Dewan Pengawas P3M KH Miftah Faqih menyampaikan bahwa konstitusi Ialah kitab suci negara, tengah Al-Qur’an ialah kitab suci agama Islam. “Sebagai ummat beragama (Islam) kitab sucinya Al-Qur’an, sebagai warga negara kitab sucinya konstitusi,” ujarnya.


Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga menyebut bahwa masyarakat Muslim Indonesia semenjak kecil ditanamkan cinta tanah air, hubbul wathan minal iman, cinta tanah air berangkat dari iman.


“Perwujuadan keimanan seseorang warga negara Indonesia itu diukur dari sejauh mana dia cinta untuk negerinya,” ujarnya.


Pewarta: Syakir NF

READ  Protokol Penyaluran Daging Kurban di Tengah Pandemi - Aspiratif News

Editor: Fathoni Ahmad

UUD 1945, Konstitusi yang Memuat Ketuhanan Terbanyak di Dunia – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *