Vaksin-Covid-19-Jadi-Ajang-Persaingan-Sengit-Antarnegara-Adidaya.jpg

Vaksin Covid-19 Jadi Ajang Persaingan Sengit Antar Negara Adidaya

Diposting pada

Semenjak Virus Corona Melanda Dunia, Persaingan Vaksin Covid-19 Antar Negara Adidaya Makin Sengit

BEIJING – Tidak lama sesudah Rusia Mempublikasikan penemuannya atas vaksin virus corona Covid-19 Sputnik V, China tidak mau ketinggalan dengan pengumuman serupa. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China mengumumkan vaksin itu akan cepat dapat diproduksi dan diakses masarakat umum secepat-cepatnya pada November 2020 yang akan datang.

China yang jadi pusat awal wabah Covid-19 sudah mempunyai 4 kandidat vaksin Covid-19 yang sukses masuk tahap akhir uji klinis. Sedikitnya 3 dari 4 kandidat vaksin itu telah dipakai petugas kesehatan dalam program gawat darurat pada Juli lalu. Menurut CDC, uji klinis tahap 3 juga berjalan dengan baik dan lancar.

“Vaksin itu kemungkinan tersedia bagi masarakat umum pada November atau Desember,” ucap Kepala Ahli Keamanan Biologi CDC China, Guizhen We, dilansir Reuters. Dia sendiri berpartisipasi dalam uji coba vaksin dan mengklaim tidak mengalami gejala apa pun. Tetapi, Wu tidak memaparkan vaksin mana yang sukses lolos uji klinis tahap 3.

Perusahaan farmasi raksasa China, China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) dan Sinovac Biotech sudah sukses mengembangkan 3 vaksin tak sama di bawah program pemerintah. Adapun vaksin ke-4 dikembangkan CanSino Biologics. Vaksin tersebut sudah dipakai tenaga kesehatan angkatan bersenjata China semenjak Juni.

sebelum ini, Sinopharm pernah mengumumkan vaksin mereka siap dipakai masarakat umum pada akhir tahun sekarang sesudah uji klinis tahap 3 selesai. China berusaha mempercepat pengembangan vaksin untuk menjaga rakyatnya dari virus mematikan itu. Sedikitnya 925 ribu orang meninggal akibat terinfeksi Covid-19 dan komplikasi penyakit.

Baca Juga :  Negara Paling Aman di Dunia, Qatar Juara Enam Tahun Berturut-turut

China sudah membangun pabrik vaksin terbesar di dunia yang dapat memproduksi sampai 100 juta dosis vaksin virus Covid-19 dalam setahun. Fourth Construction Co., Ltd. of China Electronics System Enginering sudah berhasil membangun Sarana itu dengan meraih sertifikat bio-safety level 3 (BSL-3).

BSL-3 Adalah Sarana tingkat tinggi yang melibatkan mikroba berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit mematikan cuma dengan mengirupnya, seperti SARS dan MERS. Biasanya, BSL-3 tidak cuma disematkan pada pabrik vaksin, tapi juga Sarana serupa lainnya mulai dari pemeriksaan, diagnosis, ataupun klinis.

Fourth Construction Co., Ltd. of China Electronics System Enginering Adalah 1 dari beberapa perusahaan yang membangun pabrik vaksin tersebut. Perusahaan yang berkantor pusat di Hebei itu lebih fokus pada pembangunan struktur, rancangan baja, rancangan air conditioner (AC), sistem air, dan udara.

Pada April, Sinovac Biotech Ltd yang juga berasal dari China memulai pengujian klinis vaksin Covid-19. Mereka mengumumkan berencana membangun pabrik baru tahun sekarang sesudah memperoleh biaya pinjaman dan lahan. Seperti dikutip Reuters, Sinovac sudah berkeinginan dapat memproduksi ratusan juta vaksin per tahun.

“Kalau pengembangan vaksin itu tidak sukses, bangunan ini dapat dipakai untuk memproduksi vaksin yang lain,” ungkap Sinovac. Sinovas sudah sukses membebaskan lahan seluas lebih dari 70.000 meter di distrik Daxing, Beijing. sebelum ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan ada delapan kandidat vaksin.

Baca Juga :  Rusuh di Thailand: Bentrok Pecah, Lebih 40 Demonstran Terluka

Ilmuwan di semua dunia sudah berlomba untuk mengembangkan vaksin Covid-19, baik yang bekerja di perusahaan farmasi Asia, Eropa, ataupun Amerika. Pemeriksaan kepada anti-Covid-19 itu juga Disokong pemerintah dan investor yang menggelontorkan biaya sampai ratusan juta dolar AS.

Komisi Eropa yang meminta sokongan perusahaan bioteknologi asal Jerman, CureVac, menanamkan modal sampai 80 juta euro untuk menyokong pemeriksaan dan pengembangan vaksin Covid-19. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, berkeinginan vaksin itu akan dapat tersedia tahun sekarang, tapi hal itu tidak mudah.

WHO Memperkirakan pemeriksaan dan pengembangan vaksin setidaknya memerlukan waktu 18 bulan sebelum dapat dipakai di dalam tubuh manusia. sebelum ini, CureVac diisukan menerima penawaran eksklusif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, tapi isu itu disanggah.

Ilmuwan AS juga mulai mengembangkan vaksin. Institut Penyakit Menular dan Alergi Nasional AS (NIAID) diadukan akan melaksanakan uji coba vaksin tersebut kepada 45 orang sehat dalam enam Minggu ke depan. Saban partisipan akan memperoleh 2 kali suntikan dengan dosis yang bermacam dan waktu tak sama.

Uji coba itu Adalah bagian dari studi pengembangan vaksin Covid-19 untuk mengetahui bagaimana sistem imun akan bereaksi, sekaligus mengetahui keamanannya. Kalau terbukti bekerja efektif, para ilmuwan akan melanjutkannya dan mungkin melaksanakan bermacam uji coba lainnya dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga :  AS Cetak Sejarah Suram dengan 3 Juta Orang Positif Covid-19

“Menemukan vaksin yang efektif dan aman untuk melarang penularan Covid-19 Adalah prioritas kami,” kata Direktur NIAID Dr. Anthony Fauci dalam Penjelasan pers dilansir CNN. “Studi fase 1 ini Adalah langkah yang penting untuk dapat mencapai target tersebut mengingat wabah Covid-19 kian meluas,” katanya.

Pengembangan vaksin tersebut digarap Kaiser Permanente Washington Health Research Institute dan didanai NIAID di Seattle, Washington, AS. Menurut NIAID, vaksin itu mempergunakan material genetik yang dikenal di kalangan ahli selaku RNA dan dikembangkan ilmuwan NIAD dan Moderna beberapa tahun lalu.

Studi ini dapat berlangsung lebih cepat mengingat struktur genetik Covid-19 mirip dengan virus SARS. Kecuali itu, NIAID telah berpengalaman mengamati virus corona lainnya, seperti MERS. Tetapi, sama seperti virus HIV, sampai sekarang vaksin untuk menangkal virus tersebut belum ada yang bekerja efektif. (Muh Shamil/sindonews)

Vaksin Covid-19 Jadi Ajang Persaingan Sengit Antar Negara Adidaya

Vaksin Covid-19 Jadi Ajang Persaingan Sengit Antar Negara Adidaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *