foto-bus-batik-solo-trans-ugal-ugalan-yang-viral_169.jpeg

Viral dan Dikomentari Gibran, Begini Nasib Sopir Bus Solo Trans Ugal-ugalan

Diposting pada
Foto Bus Batik Solo Trans Ugalan yang Viral 169 dan Dikomentari Gibran, Begini Nasib Sopir Bus Solo Trans Ugal-Ugalan

Sebuah foto bus Batik Solo Trans (BST) viral di media sosial. Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka mengunggah foto tersebut ke media sosial.

Salah satu fotonya diunggah ke akun Instagram @visitsurakarta. Terlihat bus tersebut berusaha mati-matian untuk mengambil jalur yang benar sehingga kendaraan yang berlawanan arah kesulitan melintas.

“Ada waduuuww dekat di SMK Ngarep Sahid. Kontribusi dari pengikut #visitsurakartatulis cerpen yang dikutip detik.com siang ini.

Melalui akun @gibran_rakabuming, Gibran berkomentar akan mengambil tindakan tegas terhadap pelari tersebut. Netizen lain juga menuntut agar tidak ada lagi pengemudi bus yang ceroboh.

“Maaf. Kami akan bertindak tegas,” tulis Gibran di kolom komentar.

Seperti diketahui, BST saat ini menggunakan sistem pembelian jasa. Dengan sistem ini, operator tidak lagi harus mengejar tabungan, tetapi harus mengutamakan layanan.

Saat ditemui di Balaikota Solo, Gibran membenarkan bahwa pengemudi BST tersebut sudah mendapat peringatan. Sopir tersebut, menurut dia, juga sudah mengeluarkan pernyataan tertulis dan berjanji tidak akan mengulanginya.

“Kami sudah ditegur, maaf. Ada juga pernyataan tertulis. Semuanya akan kami evaluasi lagi,” kata Gibran kepada wartawan, Rabu (14/4/2021).

Baca Juga :  Pakai Atribut Terlarang, Relawan FPI Dibubarkan di Jakarta Timur

Gibran berterima kasih kepada komunitas yang aktif melaporkan hasil di lapangan. Ia mengimbau warga untuk melapor melalui WhatsApp (WA), media sosial, dan situs Pemerintah Kota Solo untuk Satuan Layanan Pengaduan (ULAS) Surakarta.

“Terima kasih banyak. Semakin banyak foto yang saya kirim, saya semakin bahagia. Misalnya foto pengemudi BST yang ugal-ugalan, aspal rusak, drainase mampet,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur PT Bengawan Solo Trans, Sri Sadadmojo selaku operator bus BST membenarkan bahwa pengemudi sudah mendapat teguran berupa surat peringatan (SP) 1. Hukuman bisa bertambah jika pengemudi melakukannya lagi. . kesalahan.

“SP 1 boleh, kalau diulang sampai SP 3 akan kita keluarkan,” kata SRI kepada wartawan hari ini.

Sri pun menyayangkan kejadian ini. Pasalnya, dengan sistem layanan pembelian, pengemudi dibayar secara rutin tanpa harus kejar uang muka.

“Sopirnya antri. Kalaupun sudah punya gaji bulanan, dia tidak pergi mencari setoran. Kalau kita cari simpanan dulu, masih bisa dimaklumi,” pungkasnya. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *