menteri-pendayagunaan-aparatur-negara-dan-reformasi-birokrasi-tjahjo-kumolo-1_16928129.jpeg

Viral PNS ‘Barbie’ Pakai Seragam Mengkilap, MenPAN-RB: Atasan Harus Menegur

Diposting pada

Video viral PNS yang mengenakan seragam resmi make-up mengkilap seperti Barbie. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo telah meminta instansi terkait untuk menegur PNS.

Tjahjo menjelaskan, seragam kerja ASN sudah diatur. Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) atau Peraturan Daerah.

“Dalam pandangan kami, seragam kerja (desain dan warna) ada aturannya, apakah itu peraturan menteri atau perda besar,” kata Tjahjo kepada wartawan, Rabu (3/3/2021).

Tjahjo mengatakan, setiap pegawai negeri sipil (PNS) tidak boleh menyimpang dari aturan seragam. Ia mengatakan, atasan di instansi terkait harus menegur para PNS tersebut.

“Oleh karena itu, seragam kerja pegawai tidak boleh menyimpang dari ketentuan yang berlaku. Yang harus disalahkan adalah atasannya masing-masing,” ucapnya.

Tjahjo menegaskan, peringatan itu tidak akan diberikan oleh KemenPAN-RB. Ia mengatakan, celaan merupakan domain pimpinan instansi pemerintah terkait.

Sanksi dari pimpinan kementerian / lembaga / lembaga dan pemerintah daerah. Tidak boleh dari KemenPAN-RB, ucapnya.

Sebelumnya para PNS yang viral menggunakan riasan ala Barbie dan menggunakan gaya yang berbeda dari biasanya. Seperti yang dilihat detik.com, Rabu (3/3), video tersebut memperlihatkan seorang wanita ASN mengenakan kemeja resmi berwarna coklat. Namun pakaian tersebut berbeda dengan pakaian pegawai negeri pada umumnya. Baju coklat itu tampak mengilap.

Baca Juga :  Di Bawah Biden, Komitmen AS terhadap Israel Tetap Teguh

Komisi Negara Aparatur Sipil Negara (KASN) sudah memperingatkan kehadiran pejabat tersebut. Deputi Komisioner Promosi dan Advokasi KASN Nurhasni mengatakan ASN harus menerapkan etika dalam berbusana.

“Prinsipnya ASN itu punya etika. Untuk KASN bagaimana penerapan kode etik, kode etik seperti ASN. Pertama kita lihat ASN punya aturan, etika berbusana, jadi ASN kalau ada seragam di daerah, disamakan dengan sederhana, karena PP 42 tahun 2004 itu memiliki etika tersendiri. Kalau ini etika terhadap diri sendiri, harus kelihatan sederhana, jangan disadari walaupun kaya, ini terkait dengan etika “, kata Nurhasni saat dihubungi, Rabu (3/3/2021).

Nurhasni berharap instansi daerah bisa menertibkan. Selain itu, Anda perlu memberikan panduan.

“Kalaupun ada yang seperti ini tentunya KASN, dalam hal ini kita minta instansi pemerintah untuk mengecek dan membimbing ASN. Mungkin saja mereka tidak tahu, atau mungkin dibiarkan seolah-olah hal itu wajar saja. dari ASN, “ujarnya. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *