Teroris-696x392.jpeg

Viral! Simpatisan FPI Mengaku Pernah Belajar Bikin Bom untuk Diledakkan di Jakarta

Diposting pada
Ilustrasi, foto: Amir Baihaqi / detikcom)

Tersangka teroris dengan identitas Andriawan alias Maliq ini mengaku merupakan simpatisan dari Front Pembela Islam (FPI) karena “mencintai” Rizieq Shihab dalam dakwah.

Andriawan adalah tersangka teror yang ditangkap di Jakarta dan Bekasi beberapa waktu lalu.

Dalam video yang beredar di media, Andriawan mengaku belajar cara membuat bom aseton peroksida. Keterampilan tersebut ia pelajari dengan mengikuti kegiatan Jemaat Yasin Walatif.

“Saya bagian dari rombongan Yasin Walatif, penembakan 6 tentara FPI dan penangkapan HRS FPI pada Januari 2021,” kata Andriawan dalam video tersebut.

Menurut dia, pembuatan bom sudah disiapkan sebelum aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di Jakarta.

“Saya tahu Habib Husein dan timnya sudah membeli air sadah untuk digunakan unjuk rasa,” katanya.

Andriawan mengaku diperintahkan Zulaimi Agus dan Habib Husein untuk membeli aseton 15 liter atau setara 3 tabung untuk bahan pembuatan bom.

Ia juga diminta Agus membeli remote control sebagai pemicu bahan peledak.

“Saya diajari cara membuat bom oleh Zulaimi Agus di rumah Habib Husein. Tapi sampai saat ini saya belum bisa membuat bom, ”ujarnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Masih Tinggi, Kementan Tegaskan Tak Ada Impor

“Saya pergi ke rumah Haji Popon untuk menyelesaikan ilmu kekebalan agar saya tidak sakit dalam persiapan demonstrasi. Saya diangkat menjadi bendahara untuk mengumpulkan informasi dan nasehat dari majelis Yasin Walatif, ”lanjutnya.

Dari informasi uang itu, dia mengaku membeli aseton atas perintah Habib Husein dan Zulaimi Agus.

“Ini pernyataan yang saya buat dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan dimanapun,” ujarnya.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *