Visi 2030, Arab Saudi Siap Tingkatkan Kuota Haji Sampai 5 Juta Orang – Aspiratif News

Views: 18
Read Time:1 Minute, 53 Second

Visi 2030, Arab Saudi Siap Tingkatkan Kuota Haji Sampai 5 Juta Orang – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed al-Thaqafi mengungkapkan, negaranya waktu ini tengah mencanangkan visi 2030. Bagian visinya ialah menaikkan kesanggupan kuota jamaah haji dari luar negeri.


Saban tahun, biasanya 2,5 juta jamaah haji Datang ke Makkah dan Madinah untuk melaksanakan rukun Islam kelima ini. Dengan visi 2030, Pemerintah Arab Saudi mencanangkan hitungan total jamaah haji sampai mencapai 5 juta orang. 


“Mudah-mudahan yang diinginkan dapat terlaksana. Mengingat ada visi 2030 yang dicanangkan. Saudi berharap ada 5 juta jamaah luar negeri yang dapat beribadah haji di masa-masa yang akan Hadir,” ujarnya menjawab permintaan tambahan kuota jamaah haji Indonesia yang dilontarkan Menag RI Fachrul Razi, Jumat (26/6).


Visi 2030 ini juga diinginkan sanggup memperpendek daftar antrian haji Indonesia yang waktu ini rata-rata di atas 20 tahun.

READ  Cegah Penularan Covid-19, Polri Dirikan 116 Pos Penyekatan Mudik - Aspiratif News


“Daftar tunggu di Indonesia ada yang sampai 40 tahun. Begitu semangatnya orang Indonesia yang ingin beribadah haji,” kata Menag dalam Kesempatan perjumpaan tersebut.


Akan tetapi akibat pandemi Covid-19, untuk tahun 2020 Pemerintah Arab Saudi terpaksa wajib melakukan pembatasan hitungan total jamaah haji. Cuma kisaran sepuluh ribu jamaah yang akan diizinkan berhaji dengan persyaratan dan peraturan ketat. 


Menurut Essam, sebagian besar dari kuota tersebut diperuntukan bagi warga asing atau ekspatriat yang berdomisili di Arab Saudi. “Dari sepuluh ribu kuota haji tahun sekarang, sepertiganya untuk warga negara Saudi, sisanya untuk ekspatriat,” jelasnya dilansir website Kemenag.go.id.


Pembatasan tersebut, lanjut Essam, dikarenakan argumentasi keamanan di tengah pandemi Covid-19 sehingga dapat dikendalikan jika ada kejadian yang tidak diinginkan.


“Bagi jemaah yang diizinkan berhaji, wajib tunduk pada protokol kesehatan yang amat ketat. Akan ditunaikan tindakan preventif juga untuk mencegah Covid,” jelasnya.


Keputusan penyelenggaraan dan pembatasan hitungan total jamaah haji ini, menurut dia, diambil sesudah melakukan kajian semenjak Maret 2020. sebelum ini, Arab Saudi juga telah meminta negara-negara yang akan memberangkatkan warganya berhaji untuk tidak terburu-buru membikin kontrak.

READ  Melihat Proses Pemakaman jema’ah Haji Indonesia di Tanah Suci - Warta Batavia


Hal ini, tambah Essam, agar tidak menimbulkan dampak karena Pelaksanaan haji tidak lepas dari permasalahan pendanaan dan proses lainnya.


Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Musthofa Asrori

Visi 2030, Arab Saudi Siap Tingkatkan Kuota Haji Sampai 5 Juta Orang – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *