Waktu Gus Dur Tidak mau Ajakan Pak Harto – Aspiratif News

Views: 30
Read Time:1 Minute, 18 Second

Waktu Gus Dur Tidak mau Ajakan Pak Harto – Aspiratif News

Alkisah, sahabat dekat Gus Dur, dokter Fahmi D. Saifuddin membujuk setengah mendesak agar Gus Dur menerima ajakan Presiden Soeharto masuk Golkar dan jadi anggota MPR.


Itu terjadi pada tahun 1987, 3 tahun sesudah Gus Dur terpilih jadi Ketum PBNU hasil Muktamar ke-27 NU di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur.


Tentu Gus Dur Tidak mau dan ingin tetap jadi kritikus Orde Baru sebagai pemimpin gerakan rakyat.


Gus Dur menjawab Fahmi, “Saya emoh, wis kono takon Gus Mus wae, nek (Gus Mus) setuju, saya manut” (saya nggak mau, sudah sana tanya Gus Mus aja, kalau (Gus Mus) setuju, saya nurut).


Fahmi lalu menemui Gus Mus. Dia menerangkan Gus Mus bahwa jika Gus Dur jadi anggota MPR, dia akan dapat mempengaruhi pemikiran orang-orang di sana (MPR) sekaligus dapat berdiskusi dengan Soeharto.


Akan tetapi Gus Mus sendiri mengakui sulit, meski bagi orang secerdas Gus Dur. Singkatnya, Gus Mus tidak setuju Gus Dur jadi anggota MPR, apalagi masuk Golkar. Akan tetapi rupanya Fahmi tidak putus harapan. Dia terus membujuk Gus Dur.

READ  Penangguhan Penahanan Dikabulkan, Eggi Sudjana Wajib Lapor


Menurut Gus Mus, maksud Fahmi sesungguhnya tidak seserius itu. Dia cuma ingin agar Gus Dur nantinya sering mempergunakan sepatu ke mana-mana, tidak pakai sandal terus.


Di balik keinginan sederhana itu, tersimpan impian dan planning besar dr Fahmi agar Gus Dur mempersiapkan diri jadi pemimpin bangsa besar. (Fathoni)

*) Disarikan dari buku KH Husein Muhammad, “Gus Dur dalam Omongan Gus Mus” (Noura Books, 2015)

Saat Gus Dur Tidak mau Ajakan Pak Harto – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *