Waktu Pandemi Perhatikan Kesehatan dan Kebersihan Jiwa – Aspiratif News

Views: 11
Read Time:2 Minute, 26 Second

Waktu Pandemi Perhatikan Kesehatan dan Kebersihan Jiwa – Aspiratif News

Mojokerto, Aspiratif News

Harta paling mahal ialah sehat, baik lahir maupun batin. Menjaga kebugaran tersebut makin penting kala Ada di masa pandemi Covid-19. 

 

Pesan ini disampaikan Ketum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) KH Asep Saifuddin Chalim. Hal itu disampaikannya waktu menerima iring-iringan dari Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Puri, Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (17/6).

 

Aktifitas dikemas dalam silaturahim dan halal bihalal bersama-sama Pembina Pergunu Kabupaten Mojokerto, Muhammad Al-Barra. Acara dipusatkan di aula guest house Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.

 

KH Asep Saifuddin Chalim yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mengingatkan agar di tengah pandemi ini tetap memperhatikan kesehatan dan kebersihan jiwa.

 

Dalam pandangannya, dengan pandemi Covid-19 berlaku masa transisi lantaran belum ada pernyataan legal Soal hal new normal life atau kehidupan normal baru. Bahwa yang dimaksud ialah dengan hidup normal tetapi melalui sistem baru yaitu mempergunakan masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, menjaga kebersihan dan menjaga kesehatan tubuh.

READ  Masih Mengelabuhi, Bisakah HTI Fair Play?


“Kecuali memperhatikan protokol kesehatan jasmani, juga disarankan agar memperhatikan protokol keislaman atau kesehatan rohani agar terhindar dari bala dan penyakit,” ungkapnya. 

 

Karena menurut salah seorang putra pendiri Nahdlatul Ulama yaitu KH Abdul Chalim ini ialah bahwa dalam Islam sendiri ada hadits yang menerangkan bahwa Islam ialah agama suci atau bersih.

 

“Termasuk dari baiknya Islam, seseorang dianjurkan meninggalkan hal-hal tidak penting. Dengan sedemikian kita diminta melakukan aktifitas yang penting di tengah pandemi ini, misalnya dengan silaturahim, tahfidzul Qur’an dan tahlilan,” terangnya.

 

Menurut kiai Asep, sapaan akrabnya bahwa ada 2 dampak yang dikarenakan oleh Corona . Yaitu virusnya sendiri dan kemiskinan,karenanya banyak pekerja atau buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja. 

 

“Seperti ini juga mereka yang berniaga akhirnya dagangannya tidak laku karena diterapkannya pembatasan sosial berskala besar atau PSPB,” ungkapnya.

 

Di depan sejumlah ustadzah Raudlatul Athfal (RA), Muhammad Al-Barra atau Gus Barra menyampaikan bahwa perempuan ialah tiang negara. Kalau perempuan tidak dapat menjaga, maka negara akan runtuh.

READ  LAZISNU Jatim Beri Kursi Roda ke Remaja Berkebutuhan Spesial - Aspiratif News

 

“Maksudnya, ibu-ibu yang ada di Indonesia mempunyai andil besar dalam membentuk generasi bangsa. Jadi, pendidikan ke-1 bagi bocah kecil ialah ibu dan di situlah kemuliaan seorang perempuan,” kata Pembina Pengurus Cabang (PC) Pergunu Kabupaten Mojokerto tersebut.

 

Gus Barra berpesan untuk para perempuan khususnya ibu karena tanggung jawabnya begitu besar. Seperti ini juga ada hadits menerangkan bahwa yang berhak dimuliakan ialah ibu, bahkan Nabi Muhammad SAW menyebutnya sampai 3 kali.


“Kenapa sedemikian? Saking besar tanggung jawab seorang ibu, maka di sisi Allah derajatnya pun juga besar, karena ada hadits yang menerangkan bahwa surga di telapak kaki ibu,” ungkapnya. Dengan begitu semua mesti berkeinginan semoga diberikan putra dan putri shalih juga shalihah, lanjutnya.

 

Acara diawali istighotsah bersama-sama dengan harapan semua hajat dikabulkan dan disambung doa untuk bangsa agar semua dapat berhadapan dengan new normal life serta virus Covid-19 cepat hilang dari Indonesia.

 

Kontributor: Rofi

Editor: Ibnu Nawawi

Waktu Pandemi Perhatikan Kesehatan dan Kebersihan Jiwa – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *