Juli 14, 2020

ASPIRATIF

Aspiratif Situs Web Berbagi Aspirasi dan Berita Indonesia Terkini, Update Setiap Hari ….

Waktu Perayaan Idul Fitri Muslim Indonesia di Inggris, Malaysia, dan Taiwan – Aspiratif News

9 Views
Read Time:3 Minute, 7 Second

Waktu Perayaan Idul Fitri Muslim Indonesia di Inggris, Malaysia, dan Taiwan – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News
Tahun sekarang ummat Islam di banyak negara melalui Ramadhan dan Idul Fitri dalam suasana tidak sama akibat wabah Covid-19. Seperti di Inggris, berdasar penuturan Sekretaris PCINU United Kingdom, Munawir Aziz, tahun-tahun sebelumnya ummat Islam pada situasi yang normal biasanya ikut perayaan berbarengan baik di masjid kampus maupun masjid umum.

 

“Di Southampton, biasanya maha siswa Muslim Indonesia shalat di masjid kampus berbarengan perkumpulan Muslim, jadi ada masjid di dalam kampus. Biasanya ada ratusan orang shalat berjamaah berasal dari lintas negara,” kata Munawir Aziz beberapa waktu lalu.

sesudah shalat Idul Fitri, warga Muslim Indonesia lalu menikmati sajian berupa bakso. Tahun lalu ada kisaran 2000 sampai 3000 pentol bakso yang disediakan oleh Muslim perempuan dan disuguhkan untuk saudara Muslim yang Hadir.

 

“Tetapi tahun sekarang tidak dapat. Kami melakukan shalat Idul Fitri di rumah masing-masing. Seperti di tempat saya, shalat Idul Fitri dengan 2 Famili atau delapan orang. Shalat Idul Fitri dengan terbatas dan secara singkat sesuai anjuran ulama serta PBNU,” imbuhnya.

 

Saling menghantar makanan 
walaupun begitu, mereka saling membikin makanan lalu mengantarkannya untuk Jiran. Ada yang membikin kue nastar, gulai, opor ayam dan makanan Indonesia lainnya.

 

“Seperti istri saya buat bakso dan mengantarkan ke Jiran. Ini untuk merekatkan hubungan antarkeluarga meski tidak dapat berkumpul berbarengan seperti tahun lalu,” kata Munawir Aziz.
 

Munawir Aziz menyebutkan tahun sekarang ialah tahun yang darurat kesehatan, yang berpengaruh tidak cuma untuk kaum Muslim, akan tetapi juga lintas agama. Wabah Covid-19 telah jadi cobaan berbarengan yang wajib dilalui berbarengan dengan ketabahan dan tolong menolong.
 

Idul Fitri dalam kawalan pergerakan bersyarat di Malaysia

Sementara itu, warga Indonesia di Malaysia, Mahfud Budiono menceritakan ibadah puasa dan tarawih di Malaysia dikerjakan dengan ikut perintah kawalan pergerakan yang diberlakukan semenjak 18 Maret 2020. Sampai Minggu ini, perintah kawan berubah jadi perintah kawalan pergerakan bersyarat. 

 

“Bulan puasa juga melakukan shalat tarawih sepeti biasa tapi di luar kebiasaan, di mana kami melakukan cuma di rumah masing-masing tidak ada aktifitas di masjid,” kata Mahfud Budiono.
 

Shalat Idul Fitri, menurutnya tidak ada Pelaksanaan berbarengan seperti tahun lalu. Cuma di masjid tertentu ada shalat Idul Fitri, itu pun dengan protokol yang ketat, seperti dibatasi untuk 20 orang saja.

Karena itu, “Jalanan masih sepi, silaturahim dibatasi 20 orang saja. Untuk mengawasi kondisi di sini penguasa melakukan cek dan ricek untuk rumah tertentu jika di rumah itu banyak penghuni atau tamu,” pungkas Mahfud Budiono.

Pakai masker, ribuan jamaah ikut Shalat Idul Fitri di Taipei

Tidak sama dengan di Inggris dan Malaysia, ummat Islam di Taiwan dapat melakukan shalat Idul Fitri berbarengan. Dalam video yang dikirim Nur Kholiq, memperlihatkan banyaknya jamaah shalat Idul Fitri di sebuah taman atau lapangan terbuka.

 

“Ada enam ribuan jamaah Shalat Idul Fitri. Kecuali dari Asia khususnya Indonesia, ada juga beberapa orang Timur Tengah,” kata Nur Kholiq.

Ia menerangkan kebanyakan jamaah ialah karyawan yang bekerja di bagian formal dan informal, ada pula pekerja pabrik maupun asisten rumah tangga.

 

“Di sini sungguh sudah dibolehkan (aktifitas dengan pelibatan banyak orang). Shalat Idul Fitri di Taipe dikerjakan dengan ikut prosedur cegah Covid-19 seperti jarak antarjamaah 1 meter, tiap-tiap jamaah mengenakan masker, membersihkan tangan dengan hand sanitizer, melakukan cek suhu badan,” gamblang Nur Kholiq.

 

Di Taiwan angka Covid-19 termasuk rendah. Seperti dikabarkan Tirto, April lalu, Taiwan jadi bagian negara yang diprediksi akan mempunyai hitungan total Perkara corona yang tinggi seperti negara lain di kisaran China. Akan tetapi, Taiwan tidak mempunyai lebih dari 500 Perkara terkonfirmasi Covid-19 sampai Rabu (24/4).

 

Negara yang berbatasan langsung dengan China, asal wabah ini berawal, cuma mempunyai 426 Perkara dengan angka kematian yang rendah yaitu enam Perkara.

 

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Abdullah Alawi
 

Waktu Perayaan Idul Fitri Muslim Indonesia di Inggris, Malaysia, dan Taiwan – Aspiratif News

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %