Hesti.jpg

Wanita Bercadar Pelihara 70 Anjing Liar Dipersekusi, MUI dan Muhammadiyah Buka Suara

Diposting pada
(Sumber: Instagram / hestisutrisno)

Hesti Sutrisno ramai dibicarakan di media sosial karena memelihara puluhan anjing. Wanita Muslim berjilbab juga mendapat perlawanan dari organisasi lokal yang ingin menyingkirkan anjingnya juga.

MUI dan Muhammadiyah berbagi pandangan tentang kontroversi ini. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad menilai tindakan merawat dan menyayangi anjing liar bukanlah persoalan etika. Dadang mengatakan bahwa mencintai makhluk hidup adalah perbuatan yang baik.

“Kalau dari segi hukum Islam saya tidak tahu, tapi dari segi etika, lebih baik seseorang menyayangi binatang, termasuk anjing, karena ciptaan Tuhan itu termasuk akhlak yang baik,” kata Dadang.

Dadang kemudian menuturkan isi sebuah hadits dalam ajaran Islam. Hadis menceritakan tentang seseorang yang diberi pahala oleh Allah karena telah memberi minum pada seekor anjing.

Jika dibandingkan, perbuatan perempuan bernama Hesti Sutrisno dan orang dalam hadits sama-sama baik.

“Juga terawat dengan baik. Tapi harus diawasi agar tidak mengganggu tetangga, ”kata Dadang.

Senada dengan hal tersebut, Hasanuddin AF, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengatakan ajaran Islam membolehkan seseorang beternak anjing liar. Memang, katanya, itu perbuatan baik.

Baca Juga :  Ikuti Arahan Kapolri, Brimob Gelar Apel Pasukan Pengamanan Kamtibmas Terkini

“Anjing juga makhluk ciptaan Tuhan, memelihara ciptaan Tuhan, memelihara anjing, berbuat baik kepada ciptaan Tuhan menurut saya. Tidak ada larangan (dalam ajaran Islam), ”kata Hasanuddin seperti dikutip RRI dan kompas.tv, Senin (3/3 / 15/2021).

Hasanuddin mengakui, anjing sering dicap najis dan najis. Namun, menurutnya, ini merupakan masalah lain yang tidak ada kaitannya dengan perawatan makhluk hidup lain.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *