Kiai-hasyim-Asyari-696x557.jpg

Warga NU Protes KH Hasyim Asy’ari Hilang dari Kamus Sejarah, Kemendikbud Beri Jawaban

Diposting pada
Kiai Hasyim Asyari, Warga NU Protes KH Hasyim Asy'ari Hilang dari Kamus Sejarah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi jawaban
Foto: Warta Batavia

Kalangan PBB memprotes Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) karena dicopotnya pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syech Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I. Nyatanya, sosok ini merupakan salah satu pahlawan kebangsaan Indonesia. . .

Terkait hal tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menyatakan kamus tersebut tidak resmi terbit. Ia mengatakan, dokumen tersebut hanyalah draft yang masih perlu disempurnakan.

“Volume buku Kamus Sejarah Indonesia tidak pernah resmi diterbitkan. Dokumen tidak resmi yang sengaja dirilis ke publik oleh berbagai kalangan merupakan salinan digital dari manuskrip yang masih perlu diperbaiki. Naskahnya tidak pernah kami cetak dan kami miliki. diedarkan ke publik, ”ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/4).

Selanjutnya, naskah tidak dibuat di bawah bimbingan Mendikbud Nadiem Makarim. Naskah tersebut disusun pada tahun 2017, saat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dipimpin oleh Muhadjir Effendy.

Naskah buku-buku tersebut disusun pada tahun 2017, sebelum pendampingan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim. Pada masa kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, kegiatan remedi tidak dilakukan dan penerbitan naskah tidak dilakukan… direncanakan, ”jelasnya.

Baca Juga :  KNKT Cek Lokasi Titik Jatuh Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Pagi Ini

Ia mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selalu merefleksikan sejarah bangsa dan tokoh-tokoh yang turut membangun Indonesia. Termasuk Hadratus Syech Hasyim Asy’ari dalam definisi kebijakan pendidikan dan kebudayaan.

Hilmar yang juga dikenal sebagai sejarawan melengkapi pernyataannya dengan fakta. “Museum Islam Hasyim Asyari Indonesia di Jombang didirikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Padahal, dalam rangka 109 tahun Kebangkitan Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan buku KH. Hasyim Asy’ari: Dedikasi A Kyai untuk Tanah Air, ”terangnya.

Untuk itu, menurutnya pengabdian seorang tokoh akan selalu di jaga oleh seluruh elemen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Saya ingin tegaskan sekali lagi bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sama sekali tidak bisa mengabaikan sejarah bangsa ini, apalagi para tokoh dan penerusnya,” pungkas Hilmar.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *