Wasiat Imam Abu Hanifah untuk Anaknya (Bagian 2-Habis) – Aspiratif News

Wasiat Imam Abu Hanifah kepada Anaknya (Bagian 2-Habis)
Views: 1111
Read Time:6 Minute, 48 Second

Wasiat Imam Abu Hanifah untuk Anaknya (Bagian 2-Habis) – Aspiratif News

Kesebelas: hendaklah engkau memperbanyak dzikir untuk Allah Ta’ala dan sentiasa bershalawat untuk Rasul-Nya SAW.


Ke-2 belas, hendaklah engkau menyibukkan diri dengan membaca dan mengamalkan penghulu Istighfar (sayyidul istighfar), yaitu Sabda Nabi SAW: 

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

”Ya Allah Engkau ialah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku, tengah saya ialah hamba-Mu dan saya di atas ikatan janji -Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, saya berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah saya perbuat, saya mengakui-Mu atas nikmat-Mu untuk diriku dan saya mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah saya, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau”.


Maka Sungguh siapa yang membaca doa ini pada waktu petang, lalu dia meninggal dunia malam harinya, niscaya dia kan termasuk dalam kalangan penghuni surga, dan siapa yang membaca doa ini pada waktu pagi, lalu dia meninggal dunia di hari itu, niscaya dia kan termasuk dalam golongan penghuni surga.


Dari Abu al-Darda’ RA tatkala dikatakan kepadanya: Sungguh rumahmu telah terbakar. Maka beliau menjawab: Rumahku tidak akan terbakar dikarenakan saya membaca doa yang saya dengar dari Nabi Saw bahwa siapa yang membacanya pada permulaan siangnya, maka dia tidak akan ditimpa musibah sampai waktu petang, dan siapa yang membacanya pada akhir siang, maka dia tidak akan ditimpa musibah sampai waktu pagi (keesokan harinya).

READ  Cerita Menyentuh Yenny Wahid Soal hal Kedekatan Gus Dur dan Masarakat Papua - Warta Batavia


Doa itu ialah:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَأَنْتَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، مَا شَاءَ اللهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا، إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Ya Allah, Engkau ialah tuhanku. Tidak ada sesembahan selain Engkau. Cuma kepada-Mu saya bertawakkal. Engkau ialah tuhan pemilik Arsy yang agung. Apa yang dikehendaki oleh Allah pasti terjadi dan apa yang tidak dikehendaki pasti tidak terjadi. Tidak ada daya dan usaha kecuali cuma dari Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Saya percaya bahwa Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu dan ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Ya Allah, saya berlindung dengan-Mu dari keburukan diriku dari keburukan tiap-tiap melata yang Engkau kuasai nyawanya. Sunggu tuhanku Ada di jalan yang lurus.”


Ketiga belas, hendaklah engkau sentiasa membaca al-Qur’an tiap-tiap hari dan engkau hadiahkan pahalanya untuk Nabi Saw, ke-2 orang tuamu, para gurumu dan seluruh kaum Muslimin.


Ke-4 belas, hendaklah engkau berhati-hati untuk teman-temanmu melebihi musuhmu, jikalau sungguh telah banyak kerusakan pada manusia, maka musuhmu dari kalangan teman-temanmu itu ialah dapat mengambil manfaat (Peluang merusakmu).


Kelima belas, hendaklah engkau menyembunyikan rahasia, pikiran, kepergian, dan jalanmu.

READ  SBY Pasca Ani Yudhoyono Wafat, Tulis Memoar dan Hindari Aktivitas Politik


Keenam belas: hendaklah engkau berbuat baik untuk Jiran dan bersabar atas gangguannya.


Ketujuh belas, hendaklah engkau berpegang untuk mazhab Ahllussunnah wal jema’ah dan menjauhkan diri dari golongan jahil dan sesat.


Kedelapan belas, hendaklah engkau mengikhlaskan niatmu dalam semua urusanmu dan bersungguh-sunggu berusaha untuk memperoleh makanan yang halal di tiap-tiap keadaan.


Kesembilan belas, hendaklah engkau berpegang dan bersandar pada 5 hadits yang telah saya seleksi dari 500.000 hadits:

1. Hadits Nabi Saw:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى


“Sesungguhnya tiap-tiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya tiap-tiap orang (akan dibalas) berdasar apa yang dia niatkan.” (Bukhari 1)

2. Hadits Nabi Saw:

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيْهِ


“Di antara tanda kebaikan islamnya seseorang ialah dia tidak melakukan hal yang tidak berguna untuknya.” (al-Tirmidzi 2318, Ibn Majah 3976)

3. Hadits Nabi Saw:

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ


“Bagian dari Anda seluruh tidaklah beriman sehingga mencintai untuk saudara Anda seluruh apa yang Anda seluruh cintai untuk diri Anda seluruh sendiri.” (Bukhari 13)

4. Hadits Nabi Saw:

إنَّ الحَلالَ بَيِّنٌ وإنَّ الحَرَامَ بَيِّنٌ، وبَينَهُما أُمُورٌ مُشتَبهاتٌ، لا يَعْلَمُهنّ كثيرٌ مِن النَّاسِ، فَمَن اتَّقى الشُّبهاتِ استبرأ لِدينِهِ وعِرضِه، ومَنْ وَقَعَ في الشُّبُهاتِ وَقَعَ في الحَرَامِ، كالرَّاعي يَرعَى حَوْلَ الحِمَى يُوشِكُ أنْ يَرتَعَ فيهِ، ألا وإنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى، ألا وإنَّ حِمَى اللهِ محارِمُهُ، ألا وإنَّ في الجَسَدِ مُضغَةً إذا صلَحَتْ صلَحَ الجَسَدُ كلُّه، وإذَا فَسَدَت فسَدَ الجَسَدُ كلُّه، ألا وهِيَ القَلبُ

“Sesungguhnya yang halal telah nyata (jelas) dan yang haram telah nyata. Dan di antara keduanya ada perkara yang tidak jelas, yang tidak diketahui kebanyakan orang, maka barangsiapa menjaga dirinya dari melakukan perkara yang meragukan, maka selamatlah agama dan harga dirinya, tetapi siapa yang terjatuh dalam perkara syubhat, maka dia terjatuh untuk keharaman. Tidak ubahnya seperti gembala yang menggembala di tepi pekarangan, dikhawatirkan ternaknya akan masuk ke dalamnya. Ketahuilah, tiap-tiap raja itu mempunyai larangan, dan larangan Allah ialah sesuatu yang diharamkannya. Ketahuilah, bahwa dalam tiap-tiap tubuh manusia Ada segumpal daging, jikalau segumpal daging itu baik maka baik pula seluruh badannya, tetapi jikalau segumpal daging tersebut rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, gumpalan daging itu ialah hati.” (Bukhari 52)

READ  Esai Gus Dur untuk Gus Miek: Muka Sebuah Kerinduan

5. Hadits Nabi Saw:

المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ


“Seorang Muslim ialah orang yang memberikan rasa selamat untuk Muslim lainnya dari lisannya dan tangannya” (Bukhari 10)


Ke-2 puluh: Hendaklah engkau Ada antara sifat al-khawf (takut) dan al-raja’ (full pengharapan) untuk Allah semasa sehatmu dan engkau mati dalam keadaan berbaik sangka untuk Allah Ta’ala, melebihkan pengharapan (al-raja’) kepada-Nya dan dengan hati yang bersih Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

Rujukan:

Dhiya’ al-Din Ahmad al-Khamasykhanawi, Jami’ al-Ushul fi al-Auliya, 312-313

Ibn Hajar al-Haytami, al-Khairat al-Hisan, 37-39

Syamsuddin Al-Dzahabi, Siyar a’lam al-Nubala’, juz 6, hal. 390-403

 

 

Hikmatul Luthfi bin H Imam Syamsudin, Nahdliyin kelahiran Cibadak, Kabupaten Sukabumi

Wasiat Imam Abu Hanifah untuk Anaknya (Bagian 2-Habis) – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *