yasonna-moeldoko-keluar-kandang-mungkin-karena-ditudingtuding-seperti-itu-hdm.jpg

Yasonna: Moeldoko Keluar Kandang Mungkin Karena Dituding-tuding Seperti Itu

Diposting pada

Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly yang menolak permintaan petinggi Partai Demokrat usai Kongres Luar Biasa (KLB) mengejutkan banyak orang. Padahal permintaan itu dilontarkan oleh Moeldoko yang merupakan Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

“Kita terapkan aturannya, kalau AD / ARTnya sesuai, kita jalankan. Kalau tidak sesuai akan kita tolak. Sederhana saja,” kata Yasonna dalam video wawancara dengan reporter senior Karni Ilyas yang mengunggah . Di kanal Youtube Klub Karni Ilyas, Jumat malam (2/4/2021).

Yasonna mengatakan, pasca wabah di Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara pada 16 Maret 2021, kubu Moeldoko mengirimkan surat permintaan persetujuan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Yasonna mengaku sudah memerintahkan bawahannya untuk segera mengecek dokumen yang diserahkan.

“Kami menemukan kekurangan yang perlu dibenahi misalnya amanah, jumlah DPD sesuai AD / ART 2/3 DPD, jadi ada 33 DPD. Jadi harus ada 1/2 DPC yang sekitar 274 DPC harus ada di sana, selain dari majelis tinggi, “kata Yasonna.

Setelah mengidentifikasi kekurangannya, Kementerian Hukum dan HAM memberikan waktu kepada kubu Moeldoko untuk menyelesaikannya. Tetapi sampai waktu yang ditentukan habis, mereka tidak dapat memuaskannya.

Baca Juga :  Bantah Isu “Kutukan Fir’aun”, Menteri Mesir Nyatakan Fir’aun Meninggalkan Berkah Besar

“Saya menghormati Pak Moeldoko sebagai teman, sebagai kolega, tapi masih ada kekurangannya,” ujarnya.

Keputusan ini juga sejalan dengan kepemimpinan Presiden Jokowi yang disampaikan melalui Sekretaris Negara Pratikno, bahwa penanganan konflik Partai Demokrat harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jika memenuhi persyaratan maka diterima, tetapi jika tidak memenuhi persyaratan maka harus ditolak.

Arahan itu membantah tudingan bahwa Presiden Jokowi menerima langkah Moeldoko. “Bisa jadi Pak Moeldoko berdarah, bisa keluar kurungan karena tudingan seperti itu. Kalau saya lihat, didorong-dorong seperti itu, dituduh seperti itu, saya jatuh begitu saja, mungkin itu saja,” ujarnya. [sindonews.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *