images-1.jpeg

Zaim Saini, Pasar Muamalah dan Embrio Daulah Islamiyah

Diposting pada

Zaim Saini, Pasar Muamalah dan Embrio Daulah Islamiyah

Adanya gagasan membuat Kampung Turki di Depok dan tidak berapa lama di kota yang sama terjadi kasus pasar muamalah dengan alat tukar dinar dan dirham selain rupiah, jelas sangat mengkhawatirkan. Apalagi di salah satu dirhamnya dicetak nama penggagasnya, ZS, dengan kapasitas sebagai amir (pemimpin, penguasa).

Fenomena ini sudah menunjukkan sinyal berbahaya, tidak boleh dibiarkan. Kalau diizinkan dan dibiarkan oleh pemerintah pusat dan pemprov Jawa Barat maka sama saja dengan merestui tumbuhnya embrio daulah Islamiyyah (negeri Islam) dengan ideologi khilaf-ahnya. Padahal sudah dua ormas pengusung dan pendukung khilaf-ah yang dibubarkan pemerintah sekaligus dinyatakan sebagai organisasi terlarang yakni ha te 1 dan ef pe 1.

Gagasan di atas harus ditolak dan ditindak tegas oleh aparat demi keselamatan bangsa dan keutuhan NKRI. Kita semua tentu tidak ingin bumi pertiwi ini menjadi Suriah kedua yang hancur berantakan, luluh lantak oleh ulah kelompok yang bernafsu ingin mendirikan negara Islam ala ISIS.

Baca Juga :  Rahayu Saraswati Dukung Kebijakan Pemerintahan Jokowi Tegas terhadap Kelompok Intoleran

Maka sebelum semuanya terlambat, semua elemen bangsa harus mendesak Pemrov Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk menolak adanya Kampung Turki, yang kita ketahui pemerintah Turki itu mendukung ISIS. Bisa dimungkinkan ada penyusup anggota atau simpatisan ISIS dari Turki yang nanti tinggal di kampung tersebut, lalu secara diam-diam memperjuangkan berdirinya daulah Islamiyyah di tanah air. Walau bagaimanapun kita harus terus meningkatkan kewaspadaan akan bahaya ideologi khilaf-ah.

Kemudian pemerintah harus tegas pula melarang segala bentuk transaksi dengan alat tukar selain rupiah, seperti dinar dan dirham. Karena hal ini sudah mengindikasikan para pengusung khilaf-ah secara bertahap mulai membangun konsep bisnis mereka, seraya pelan-pelan menyisihkan rupiah sebagai mata uang resmi negeri sendiri, walaupun dengan dalih mengamalkan sunnah atau agar kelihatan lebih syar’i.

Alhasil, kita harus terus bergerak dan bersuara menjaga keutuhan dan kemaslahatan NKRI demi masa depan anak cucu kita yang cerah dan lebih baik.

Kiai Cecep Syarifuddin

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1544799172378049&id=100005439434530

(Warta Batavia)

Zaim Saini, Pasar Muamalah dan Embrio Daulah Islamiyah

Baca Juga :  Erick Thohir Jajaki Kerja Sama Mobil Listrik dengan Tesla Bulan Depan

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *