za-perempuan-berpistol-penyerang-mabes-polri-31-maret-2021-dok-istimewa_169.jpeg

Zakiah Aini Penyerang Mabes Polri Tinggalkan Surat Wasiat, Ini Isinya

Diposting pada

Zakiah Aini (26), pelaku penyerangan di Mabes Polri, meninggalkan wasiat untuk keluarganya. Dalam wasiatnya, Zakiah Aini meminta maaf karena membuat keputusan yang dia yakini sebagai “cara apostolik”. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai aksi terorisme adalah salah satu bentuk aib agama.

“Bu, sekali lagi Zakiah meminta maaf. Zakiah sangat menyayangi Ibu. Tapi Allah lebih mencintai hamba-Nya, maka Zakiah mengambil jalan ini sebagai jalan Nabi / Rasulullah untuk menyelamatkan Zakiah dan dengan izin Allah dia bisa menjadi perantara. Untuk ibu dan keluarganya di akhirat, ”tulis Zakiah dari dua wasiat yang diterima dari detik.com, Rabu (29/3/2021).

Selain itu, Zakiah juga meminta keluarganya berhenti berhubungan dengan bank. Menurutnya, bank itu riba dan tidak diridhoi Allah.

“Pesan Zakiah untuk ibu dan keluarga, berhentilah berurusan dengan bank (kartu kredit) karena itu riba dan tidak diberkati oleh Allah. Pesan selanjutnya adalah berhenti bekerja agar para dewi membantu pemerintahan Thogut, katanya.

Zakiah Aini pun meminta keluarganya tidak ikut pemilu.

Baca Juga :  Penjelasan Wamenag soal Kontroversi Doa Semua Agama di Kemenag

Penyerangan dilakukan oleh Zakiah Aini sekitar pukul 16.00 WIB di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021). Zakiah Aini masuk ke Mabes Polri, menodongkan senjata api dan akhirnya tewas seketika.

Berikut ini adalah isi dari wasiat lengkapnya:

Damai menyertai Anda dan dengan rahmat dan berkah Allah

Kehendak bagi mereka yang kucintai karena Allah

O ibuku, maafkan Zakiah karena tidak pernah mengembalikan hadiah dari keluarganya. Hadirin sekalian, jangan lupa untuk selalu beribadah kepada Allah SWT dan jangan putus asa doamu. Semoga Allah membawa keluarga kembali ke surga.

Bu, sekali lagi Zakiah meminta maaf. Zakiah sangat menyayangi Ibu. Tetapi Allah lebih mencintai hamba-Nya, itulah mengapa Zakiah mengambil jalan ini sebagai jalan Nabi / Rasulullah untuk menyelamatkan Zakiah dan dengan izin Allah dia bisa menjadi perantara bagi ibu dan keluarganya di akhirat.

Pesan Zakiah untuk ibu dan keluarga, berhentilah berurusan dengan bank (kartu kredit) karena itu riba dan tidak diridhoi Allah. Pesan berikutnya adalah ibu saya akan berhenti bekerja sebagai Dawis yang membantu kepentingan pemerintah Thogut.

Baca Juga :  Menteri Basuki: Pembangunan Venue Olahraga di Papua Jadi Kebanggaan

Pesan Kaka selanjutnya adalah rumah Cibubur akan menjaga Dede dan mama, berdoa kepada Allah dan mengijinkan masuknya orang-orang yang tidak sesuai dengan Islam dan akan meninggalkan iman pada orang yang mengaku berilmu, ya akan menghampiri ustad / ulama. , lihat studi dakwah, jangan membual tentang orang kafir. Bercinta dan memakai jilbab. Allah akan menjamin mata pencaharian Anda. Maafkan aku, saudari, Zakiah tidak bisa membayar semua hadiah …

Supaya Mba Leli mengingatkan Mama, jagalah Mama ya Mba. Untuk BP jangan tinggalkan sholat 5 waktu sehari mohon maafkan diri sendiri MBA misalnya ada kesalahan verbal dan lainnya. Jaga ibu, ayah, hati-hati.

Ibu, Ayah, semua orang melihat lebih jauh untuk meningkatkan latihan mereka. Insya Allah dengan karunia Allah amalan jihad zakiah akan membantu menjadi perantara keluarga di akhirat. Jihad adalah yang tertinggi dalam Islam.

Inti dari pesan Zakiah kepada ibu dan keluarga adalah tidak mengikuti kegiatan pemilu. Karena mereka yang terpilih akan membuat hukum melawan Allah dari Al Qur’an-Assunah.

Baca Juga :  Perkenalkan Diri ke Jajaran Kemensos, Risma: Kadang-kadang Saya Galak!

Demokrasi, Pancasila, Konstitusi, Pilkada bersumber dari ajaran kafir yang jelas-jelas musyrik. Zakiah berpesan agar para ibu dan keluarga tetap aman dari fitnah dunia yaitu demokrasi, pemilu, dan tidak waspada murtad.

Sekali lagi maafkan Zakiah tapi, Ayah, Kakak, Mba Leli, Awi, Bpe, Ka Effa, Dede, Baim, Kevin, semuanya. Maafkan kata-kata dan tindakan yang salah. Semoga Allah berkumpul di surga-Nya

Amiinn….

Zakiah Aini

MUI: Aksi Teroris Memalukan Agama

Wakil Presiden MUI Anwar Abbas menegaskan, bunuh diri atau bom bunuh diri itu salah. Anwar Abbas menyebut aksi bom bunuh diri sebagai tindakan memalukan dalam agama.

“Tindakan bunuh diri atau meledakkan bom itu tidak benar,” kata Wakil Presiden MUI Anwar Abbas saat dihubungi, Selasa (30/3/2021).

“Tindakan bunuh diri itu tercela dalam agama, bertentangan secara paradoks. Seperti Robin Hood, “tambahnya. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *